IMAJINASI, Ungkap Perasaan Dengan Puisi

Hargo.co.id, ZETIZEN –¬†Zetizen Gorontalo barangkali sudah sering mendengar tentang Puisi. Salah satu bentuk seni tulis ini memang sudah ada sejak zaman dahulu kala, mulai orde lama, orde baru, hingga ‘orde media’ sekarang. Dalam puisi, seorang penyair -sebutan bagi para penulis puisi, ini menggunakan seni meracik bahasa untuk menambah makna dalam setiap kata dan kalimatnya.

Nah, puisi ini biasanya beda-beda, ada puisi perlawanan, puisi kritikan, bahkan ada pula puisi yang gendrenya romansa. Yang pasti, pada dasarnya tujuan semua puisi adalah sama, yakni mengungkapkan perasaan, ber-IMAJINASI.

Dari dua puisi ini, barangkali Zetizen Gorontalo bisa tahu seperti apa puisi itu, dan mampu menebak sendiri gendrenya. (ZT-11)

Saya mimpi tentang sebuah dunia,
Dimana ulama? buruh, dan pemuda,
Bangkit dan berkata? Stop semua kemunafikan,
Stop semua pembunuhan atas nama apapun

Dan para politisi di PBB,
Sibuk mengatur pengangkutan gandum, susu, dan beras
Buat anak-anak yang lapar di tiga benua,
Dan lupa akan diplomasi

Tak ada lagi rasa benci pada siapa pun,
Agama apa pun, rasa apa pun, dan bangsa apa pun

Dan melupakan perang dan kebencian,
Dan hanya sibuk dengan pembangunan dunia
yang lebih baik

Tuhan? Saya mimpi tentang dunia tadi,
yang tak pernah akan datang

Salem, 29 Oktober 1969
Soe Hok Gie

_________

Tanpa Karena
Karya : Am

Apakah selama ini kau melihatku
sebagai air yang turun dari langit?
Sebaiknya jangan.
Aku tahu kau akan menggerutu
jika kau terjebak banjir di depan kantormu.

Atau selama ini kau melihatku
sebagai lampu jalan yang kau lewati
setiap hari?
Sebaiknya jangan.
Sesaat setelah kau masuk rumahmu,
lampu itu tak lagi punya arti.

Jangan-jangan selama ini kau melihatku
sebagai keindahan yang diperlihatkan oleh Yang Maha?
Sebaiknya jangan.
Kau tahu indah bukan barang selamanya.

Bagaimana jika kau melihatku
sebagai suatu yang kosong?
Sesuatu yang tak membuatmu terlena.
Agar kau bisa mencintaiku tanpa karena.

________

Kurniawan Muchtar
Ilmu Komunikasi, UNG

Puisi tentang Isu Sosial

Aku suka dengan puisi. Pertama kali jatuh cinta dengan puisi kala mendengar puisi karyanya Sapardi Djoko Darmono. Untuk tema puisinya sendiri aku lebih suka puisi tentang isu-isu sosial seperti Wiji Thukul dan puisi-puisi dengan nuansa romantis. (ZT-10)

Sukamsi Tomayahu
SMA Negeri 1 Limboto

Puisi yang Berupa Sanjungan

Suka dengan semua jenis puisi, entah itu puisi lama, puisi baru ataupun modern dari 1920-an sampai dengan sekarang. Salah satunya yaitu jenis puisi Ode. Menurut dari beberapa sumber buku yang saya baca, Puisi ode merupakan bentuk puisi baru yang berupa sanjungan kepada seseorang yang berjasa. Gaya bahasa yang dipilih dalam penciptaan Ode adalah tipe gaya bahasa yang anggun dan santun karena ditujukan untuk memuji. (ZT-07)