Inalilahi! Pulang Takziah, Pickup 10 Penumpang Tabulengkar, 2 Diantaranya..

Ilustrasi Gp/atip

Hargo.co.id – Kecelakaan maut terjadi di jalan raya Bongomeme-Batudaa, tepatnya di Desa Molowahu, Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo, Selasa (12/9) malam pukul 23.30 wita. Sebuah mobil Suzukri Carry pickup DM 9486 AA berpenumpang 10 orang yang melaju kencang tabulengkar (terbalik). Itu setelah pickup yang dikendarai Tamin Polomulo (18) warga Lekobalo, Kecamatan Kota Barat Kota Gorontalo oleng dan menabrak pohon.

Akibat kejadian itu, dua penumpang tewas saat \erjalanan menuju rumah sakit. Yakni Maryam Hasan (60) dan Asumu Pawewi (70). Keduanya merupakan warga Desa Barakati, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo.

Sementara delapan penumpang lainnya mengalami luka parah. Sang sopir Tamin Polumolo mengalami luka dan patah tulang. Demikian pula penumpang lainnya ada yang mengalami patah tulang serta luka di sekujur tubuh (lengkapnya lihat grafis).

Sebelum terlibat kecelakaan, rombongan yang memiliki hubungan kekeluargaan ini menuju ke Desa Sipatana, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo. Mereka menghadiri acara takziah tujuh hari atas meninggalnya kerabat mereka. Usai acara mereka lantas kembali pulang ke Kelurahan Lekobalo, Kecamatan Kota Barat.

Dari arah Pulubala, Tamin memutuskan mengambil jalan Isimu-Bongomeme. Pasalnya, jarak tempuh lebih dekat dibandingkan harus memutar lewat limboto.

Dalam perjalanan pulang, kondisi cuaca saat itu gerimis. Ditengarai lantaran situasi saat itu lengang, Tamin lantas memacu laju kendaraan.

Nahas saat melintas di Desa Molowahu, mobil yang tengah melaju dalam kecepatan tinggi itu oleng ke arah kanan jalan dan menghantam pohon di pinggir jalan. Lokasinya berjarak sekira 50 meter dari Kantor UPT Instalasi Balai Benih, Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo.

Mobilpun langsung terbalik. Para penumpang yang duduk di ladback terbuka langsung terpental keluar mobil dan jatuh di persawahan. Warga yang ada di sekitar lokasi kejadian yang terkejut dengan bunyi tabrakan dan teriakan minta tolongpun langsung berlari menuju lokasi kejadian. Para korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kondisi mobil pickup yang memuat
10 penumpang, rusak berat.

Ironisnya, dari sepuluh korban yang mengalami kecelakaan, dua di antaranya dilaporkan meninggal dunia. Masing-masing bernama Maryam Hasan (60) warga Desa Barakati Kecamatan Batudaa  dan Asumu Pawewi (70) Warga Desa Barakati Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo. Keduanya dilaporkan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit terdekat.

Sementara delapan korban lainnya mengalami luka yang cukup parah dan saat ini tengah dirawat di tiga rumah sakit berbeda di wilayah Kota Gorontalo dan Kabupaten Gorontalo.

“Ini kecelakaan tunggal diduga karena jalanan licin sehingga mengakibatkan mobil oleng dan menabrak pohon,” terang Kanit Laka Lantas Polres Gorontalo IPTU Harun Imran.

Sedangkan untuk kronologi pasti terjadinya kecelekaan itu, IPTU Harun sendiri belum bis memberikan komentar banyak. Karena menurutnya, hingga saat ini pihaknya belum memeriksa siapapun dalam peristiwa ini. Hal ini dikarenakan para korban sejauh ini belum bisa dimintai keterangan oleh petugas karena masih dalam keadaan luka berat.

Sejumlah keluarga korban sendiri masih enggan memberikan keterangan terkait peristiwa yang menimpa keluarga mereka itu. Hanya saja berdasarkan keterangan dari sejumlah sumber dekat korban yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan, peristiwa ini terjadi karena jalan saat itu licin akibat diguyur hujan deras.

“Dorang ini cuma dari ada pigi di takjiah pak, tidak taunya so cilaka bagini ati,” ujar wanita berambut panjang itu. Sedangkan untuk kronologi kejadian sendiri, wanita ini juga tidak tau pasti, karena hingga saat ini belum ada korban yang bisa ditanyai terkait kronologi kejadian.

“Kalau depe kejadian sampai bagaimana torang juga masih cari tau ini pak, karena bulum ada juga yang bisa mo batanya akan, riki mata lo sopir itu ta cabu makanya so di rujuk ke rumah sakit di kota,” tandasnya.(tr-45/tr-56/hg)