Inferiority Complex

Hargo.co.id, ZETIZEN – Tuntutan sosial saat ini bikin banyak remaja mengalami yang namanya Inferiority Complex. Zetizen Gorontalo pernah dengar istilah tersebut enggak? Atau dua kata tersebut malah terdengar asing di telinga? Padahal, Inferiority Complex termasuk salah satu masalah mental health yang nggak boleh disepelekan lho.

Secara psikologis, Inferiority Complex adalah sebuah kondisi di mana seseorang merasa kalau dirinya inferior atau kurang mampu dibandingkan orang lain alias merasa tidak bisa memenuhi standar dan fit it dengan hal tersebut. “Inferiority complex (IC) adalah kondisi psikologis yang mengakibatkan individu tidak mampu mengelola dan mengatasi kondisi saat dirinya merasa kurang.” jelas Achmad Chusairi, psikolog sosial.

Lingkungan pergaulan yang superkompetitif bikin remaja saat ini sering terbebani buat selalu mencapai hasil sempurna. Ketidakmampuan mengatasi kondisi saat merasa kurang inilah, yang menjadikan individu dengan Inferiority Complex cenderung dikuasai pikiran negatif tentang dirinya. Nggak jarang individu tersebut menganggap dirinya terlahir tanpa adanya kelebihan.

Kalau perasaan enggak percaya diri ekstrem ini terus menerus dibiarkan maka yang terjadi adalah permasalahan psikis berkelanjutan, dan bisa berakibat fatal. Seperti depresi dan bunuh diri. See, perasaan inferior nggak boleh diremehkan begitu aja. Kalau ada teman atau diri sendiri merasa mengalami hal serupa, go seek for some help!

Karena kurangya rasa percaya diri, seringkali membuat zetizen sering membandingkan dengan orang lain. Kurang pedelah, kurang yakin, bahkan bisa jadi pesimis. Menurut Zetizen hal itu sebabkan karena apa ya? Yuk simak tanggapan berikuti ini. (hargo/ZT-10)

  Mohamad Halada
Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, UNG

Tanamkan Rasa Percaya Diri

Semua terjadi karena adanya rasa takut apabila dia berpendapat tidak akan diterima atau bahkan malah di tertawakan. Cara mengatasi hal itu dengan cara lebih menanamkan rasa percaya diri dalam diri masing-masing serta memiliki motivasi yang kuat. (ZT-10)

 

Dwi Ayudita Nadjamuddin,
SMA Negeri 1 Suwawa

Yakin Pada diri Sendiri

Biasanya orang minder baru melihat orang lain dari fisik saja. Seperti orang yang menggunakan kacamata, karena mendengar opini orang berkacamata itu pintar. Padahal tidak semua seperti itu. Akhirnya membuat sikap pesimis. Kita harus yakin pada diri sendiri, harus tanam pada diri bahwa semua manusia derajatnya sama. Be your self. Positif thinking, and enjoyid. (ZT-07)

 

Rahmat Pakaya
SMA Terpadu Wira Bhakti Gorontalo

Jadilah Diri Sendiri

Kadang ada yang merasa dia harus sama dengan orang lain atau misalnya pada perlombaan ketika ada lawan yang hebat maka kita berpikir untuk sama seperti orang tersebut padahal tanpa kita sadari bahwa untuk jadi diri sendiri itu lebih baik. jadi rasa takut dan kurang percaya diri akan melekat. Intinya tetap semangat dalam membina diri dan be yourself. (ZT-08)

Sri Nuryanti Mohamad
SMAN 3 Gorontalo

Memotivasi Diri Sendiri

Minder dan kurang percaya diri kerap kali saya rasakan bila mau ikut perlombaan. Karena rasa takut yang duluan hadir sebelum bertanding, dan hal ini tak dapat memberikan tampilan terbaik. Kalau udah gugup, biasanya memotivasi diri sendri bahwa saya bisa. Memikirkan bahwa kita yang terbaik tanpa memandang remeh orang lain, dan tentunya berdoa sebelum lomba. (ZT-11)