Ini Sanksi bagi Pengguna Selular Bila Tidak Registrasi Kartu Prabayar

Karyawan saat melayani pelanggan di kios penjual pulsa dan sim card perdana di Jakarta, Rabu (1/11). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

Karyawan saat melayani pelanggan di kios penjual pulsa dan sim card perdana di Jakarta, Rabu (1/11). (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

Hargo.co.id – Pemerintah terus mengimbau kepada para pengguna layanan selular agar melakukan registrasi kartu prabayar. Registrasi sesuai dengan identitas resmi, yakni Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

Dirjen PPI Kemkominfo Ahmad Ramli mengatakan bahwa sejumlah sanksi siap diberikan kepada pengguna layanan selular tidak melakukan registrasi. Sanksi paling berat yang akan diterima pengguna adalah pemblokiran nomor.

“Pada tahap awal bila pengguna tidak meregistrasikan kartu selulernya, konsekuensinya adalah tidak bisa melakukan panggilan keluar,” kata Ahmad Ramli di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (1/11).

Jumpa pers soal registrasi kartu prabayar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (1/11).

Jumpa pers soal registrasi kartu prabayar di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (1/11). (Dedi Yondra/JawaPos.com) Risiko selanjutnya bagi yang tidak melakukan registrasi menurut Dirjen PPI adalah pengguna tidak akan bisa menerima telepon. Setelah itu, paling berat adalah nomor pengguna akan diblokir.

“Masing-masing paling lama 30 hari. Tapi 15 hari bila sudah mendapatkan peringatan kedua berupa nomor tak bisa ditelepon itu akan diblokir setelahnya,” jelas Ramli.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen PPI Kominfo juga menekankan, Kemkominfo mendukung penuh opsi registrasi kartu prabayar ini. Oleh sebab itu, masyarakat diimbau untuk melakukannya hingga batas waktu Februari 2018.

“Untuk registrasi ulang dimulai 31 Oktober 2017, bukan berakhir seperti sejumlah berita yang beredar, Dan berakhirnya pada 28 Februari 2018. Kami berharap masyarakat tidak menunggu sampai tanggal 28 Oktober 2018,” tutup Ramli. (ded)

(ded/ce1/JPC/hg)