Istri Jeremy Thomas Stres Berat

0
Jeremy Thomas dan Ina Thomas (Instagram)

Hargo.co.id – Istri Jeremy Thomas, Ina Thomas mengaku stres pascapengeroyokan anaknya, Axel Matthew oleh oknum yang mengaku polisi dari Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta.

Dia tidak kuasa menahan kesedihan ketika melihat kondisi putranya yang babak belur.

“Tidak semua polisi bersikap brutal, karena saya juga sudah dibantu oleh aparat kepolisian menemukan anak saya. Saya ingin berterima kasih di sini karena tanpa polisi pun anak saya belum tentu ditemukan,” tulis Ina Thomas di Instagram Story miliknya, Selasa (18/7).

“Saya juga tidak tahu apa yang terjadi, saya sebagai orang tua stres dan depresi melihat anak saya babak belur. Marah, ketakutan semua campur aduk jadi satu,” sambungnya.

Wanita yang berprofesi sebagai desainer ini mengecam keras oknum yang memukuli Axel Matthew.

Selain itu, dalam postingannya, Ina Thomas juga menyampaikan terima kasih pada pihak berwajib yang mendampingi keluarganya atas laporan kasus tersebut.

“Oknum yang memukuli anak saya hingga babak belur ini yang saya sesalkan. Tapi polisi yang mendampingi saya karena laporan anak saya diculik, sangat membantu dan melindungi keluarga saya. Kami diantar sesuai prosedur dan sangat dibantu. Di sini saya ingin menyampaikan terima kasih kepada kepolisian Republik Indonesia,” ungkapnya.

Seperti diketahui, putra dari aktor Jeremy Thomas yakni Axel Mathew menjadi korban penyekapan dan penganiayaan pada Sabtu (15/7).

Pelakunya adalah beberapa oknum yang mengaku sebagai anggota polisi dari Satuan Narkoba Polres Bandara Soekarno Hatta,

Ketika dikonfirmasi, Jeremy membenarkan hal itu. Menurut dia, mulanya penyekapan dilakukan di sebuah hotel di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Axel, kata dia, ketika itu berada di rumahnya di wilayah Cilandak, pukul 19.00 WIB, mendapat telepon dari seorang temannya untuk diminta datang ke hotel tersebut.

Setibanya di lokasi, Axel langsung diciduk oleh beberapa orang menggunakan baju preman dengan kondisi mulut berbau alkohol.

“Axe sempat berontak dengan melarikan diri karena menyangka mereka adalah preman yang sedang mabuk. Namun berhasil ditangkap, dan ternyata mereka adalah oknum polisi diduga dari Satuan Narkoba Polres Bandara Soetta,” jelas Jeremy Thomas saat dikonfirmasi, Senin (17/7) dini hari.

Lebih lanjut Jeremy menerangkan, korban sempat disekap selama empat jam hingga pukul 22.30 WIB.

Ketika di dalam kamar, Axel dipaksa untuk mengaku menggunakan dan memiliki narkoba. Korban juga sempat mendapat aksi pemukulan.

Mengetahui kejadian itu, Jeremy Thomas melaporkan peristiwa penyekapan itu ke Mapolda Metro Jaya.  (ded/JPC/hg)