Jadi Best Declaration Model ASEAN Meeting

Bagi sebagian besar mahasiswa mendapatkan kesempatan mengikuti kegiatan adalah hal luar biasa. Apalagi kalau kegiatan tersebut dapat membawa kesempatan untuk bertandang ke luar negeri. Sudah pasti segala daya dan upaya akan dikerahkan demi mengambil peluang langka ini. Seperti Sri Indriyati Zees yang berhasil menjadi satu dari 150 peserta yang diberangkatkan ke Manila, Filipina untuk mengikuti Asean Youth Summit (AYS) di De La Salle University.

Sejatinya, AYS merupakan kegiatan kepemudaan yang berskala Internasional. AYS menjadi wadah untuk bertukar pikiran terkait isu-isu baik di dalam maupun luar negeri. Tidak hanya itu saja, AYS juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk mempelajari ragam budaya sampai bagaimana Simulasi Rapat Asean atau Model ASEAN Meeting. Anak kedua dari pasangan Yusuf H. Zees dan Marleni Asiari mengaku kegiatan ini adalah satu dari banyak target yang harus dicapai sebelum memasuki tingkat akhir perkuliahan.

“Setiap semester itu saya sudah buat target jauh-jauh hari sebelum masuk perkuliahan, seperti mau ikut kegiatan apa saja. Karena berhubung sedikit lagi sudah mau jadi mahasiswa tingkat akhir makanya saya harus benar-benar jadi risk taker (pengambil resiko),” ujar perempuan yang akrab disapa Indri ini.

Selain memberanikan diri ikut kegiatan Internasional, alasan lain mengapa Indri mengikuti kegiatan tersebut ialah mengukur kemampuan dirinya dan mengasah soft-skills. “Alasan lainnya itu untuk mengukur sejauh mana kemampuan diri. Dan paling penting adalah mengasah soft-skills dengan mengikuti kegiatan-kegiatan kepemudaan atau berbicara di depan umum. Karena hal itu dapat membantu kita untuk memperbanyak pengalaman serta koneksi,” tutur gadis kelahiran Limboto, 24 Maret 1996 ini.

Perjalanan panjang dengan persiapan lumayan matang mulai dari belajar negosiasi, diplomasi, sampai belajar public speaking menggunakan bahasa Inggris mengantarkan mahasiswi jurusan Ilmu Administrasi Negara, Universitas Hasanuddin ini sebagai Best Declaration Award dalam Model ASEAN Meeting (Simulasi Rapat ASEAN) di bidang Science and Technology.

Indri juga berpesan untuk seluruh anak muda Gorontalo, utamanya mahasiswa, agar tidak mudah menyerah dalam meraih mimpi. Karena sejatinya, menjadi mahasiswa adalah saat dimana seseorang bisa menjadi the best version of ourselves atau versi terbaik dari diri kita. “Pesan saya untuk seluruh anak muda Gorontalo jangan pernah takut untuk menjadi seorang risk taker selama hasilnya itu positif. Dan selalu percaya bahwa apa yang akan kamu lakukan itu akan berdampak baik bagi orang sekitar,” tutupnya. (ZT-10)