Jadiannya Malam Valentine, Gituan sudah 4 Kali, Puncaknya Ketika Gerhana Matahari

Hargo.co.id GORONTALO – Orang bilang, masa paling indah ada di masa sekolah menengah atas (SMA). Ini lantaran di masa itu, anak remaja lagi cerianya merangkai tali pertemanan, sampai berbagi kasih dengan lawan jenis.

Tapi harus ingat kata nenek seperti dalam lagu Titi Puspa. Anak perempuan jangan pacaran di gelap-gelapan, nantinya bisa bernasib buruk. Seperti yang dialami satu siswi SMA di Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) sebut saja Ngenes. Gadis berusia 16 tahun itu harus menanggung malu di depan teman-teman dan orang tuanya.

Terlalu dekat menjalani kasih dengan Akuloh (20) yang masih berstatus pengangguran. Ngenes akhirnya rela menyerahkan mahkotanya gara-gara terbuai rayuan gombal Akuloh yang pandai bermain lidah. Akuloh bahkan berjanji akan menikahi Ngenes setelah ia lulus SMA nanti.

Cerita sedih Ngenes tersebut berawal di tahun di tahun 2015 silam. Ngenes berkenalan dengan Akuloh, pemuda tampan asal Kelurahan Molosipat U, Kecamatan Sipatana, Kota Gorontalo.

Setelah saling meminta nomor handphone, pembicaraan Akuloh dan Ngenes pun mengerucut ke cerita saling berbagi kasih. Apalagi di malam Valentine, keduanya sempat ingin menjadi cerita yang bearoma romantik itu. Akhirnya, tepat tanggal 17 Februari, dua sejoli ini jadian.

Setelah tiga bulan pacaran, hubungan Ngenes dan Akuloh rupanya semakin dekat saja. Hingga suatu hari, gadis yang tinggal di Desa Ayula, Kecamatan Bulango Selatan, Bonbol itu diajak Akuloh untuk berhubungan intim layaknya suami istri.

“Nanti kaka mo kaweng pa ti ade klo so lulus. Tidak usah tako pa ti papa,” kata Ka Akuloh sambil memainkan tangannya.

Alhasil, Akuloh sukses merengut keperawanan Ngenes.

“Jangan manangis ti ade. Tidak apa-apa. Cuma satu kali ini uwti,” ujar Akuloh membujuk Ngenes.

Selang setelah kejadian tersebut, Akuloh rupanya tak puas. Ia kembali mengajak pacarnya yang masih dibawa umur itu untuk kembali berhubungan badan. Tercatat ada 4 kali ia melakukannya.

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →