Jalan Bay Pass Tamalate,Kini Ramai Dikunjungi Warga

0
Jalan By pass menuju Kantor Gubernur Gorontalo mulai ramai dengan para pedagang yang membuka kios di bahu jalan tersebut. (Caisar/gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO. SEJAK dibangunnya by pass menuju Jembatan Talumolo II yang terletak di Kelurahan Tamalate, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, secara perlahan mulai ramai di kunjungi warga,selain itu, lokasi ini menjadi tempat mangkal Pedagang Kaki Lima (PKL).

Suasananya yang didukung rimbunnya pohon lindung di sepanjang by pass itu menambah daya tarik masyarakat untuk mengunjungi tempat tersebut. Beberapa tahun lalu, sebelum adanya bay pass, lokasi strategis dan menarik itu hanyalah tempat sepi yang ditumbuhi semak belukar.

Pantauan Gorontalo Post, Minggu, (14/2), di sepanjang by pass tersebut terlihat banyak bangunan-bangunan yang dibuat warga untuk tempat berjualan.

Selain bangunan, ada juga lapak-lapak kecil. Aneka macam dagangan makanan ringan dan buah-buahan tersedia di lokasi ini. Sebagian pedagang lain ikut berjualan berbagai aksesoris.

Ada juga para pedagang es keliling yang mangkal untuk berjualan di tempat itu. Di siang menjelang sore, susananya kermaian pengunjung semakin terlihat. Ada yang hanya sekadar lewat untuk menuju ke Jembatan Talumolo II. Ada pula yang datang untuk menikmati jualan para pedagang.

Di malam hari, kondisinya pun makin mengasyikkan. Para kaula muda datang untuk nongkrong di sejumlah titik.

Banyaknya pengunjung ini membuat para pedagang bisa merau keuntungan yang besar. Seperi halnya yang di rasakan Iyam, salah satu penjual yang mangkal di lokasi tersebut.

Iyam yang terhitung sudah lebih dari setahun berjualan di lokasi tersebut telah banyak merasakan manisnya keuntungan bersih sampai ratusan ribu per hari.

Iyam mengaku sengaja mengisi kekosongan wajah jalan yang sebelumnya sepi itu karena melihat perlahan mulai ramai menjadi akses utama. Bahkan lokasi yang sering dijadikan tongkrongan malam kaula muda itu turut diakui menjadi sampingan pemasukan tambahan dimalam hari tentu ia pun terkadang terpaksa membuka lapak jualan nasinya seharian hanya demi meraih pundi-pundi rupiah.

Sejalan dengan kian hari kian ramainya lokasi tersebut. Warga sekitar berharap agar dapat di atur oleh pemerintah. Termasuk, harus ada peraturan khusus untuk tidak berjualan Minuman Keras (Miras). Mengingat di lokasi tersebut banyak dikunjungi kaula Muda.

Hal ini seperti disampaikan Tubagus, warga sekitar. Selain, pengaturan, Tubagus juga berharap agar ada bantuan dari pemerintah untuk para pedagang setempat. Minimal untuk pembangunan Lapak dan Warung yang lebih baik.

Sebab, meski pun terlihat banyak warung dan lapak pedagang di sepanjang by pass tersebut, namun kondisi tempatnya terlihat kumuh. Sehingga bisa mengurangi keelokan tempat tersebut.(csr/hargo)