Jatuhnya Super Tucano, Timpa Rumah hingga Tembus Tanah

Letkol Pnb Dedy Iskandar, Komandan Skuadron 21 Lanud Abd Saleh Pakarnya Pesawat Super Tucano . 19 Tahun Bertugas, Tak Pernah Lakukan Kesalahan dok: JPNN.COM

Hargo.co.id MALANG – TNI Angkatan Udara (AU) kembali berduka. Pesawat tempur taktis jenis Super Tucano TT 3108 dari Skuadron 21 yang dipiloti Mayor Pnb Ivy Safatillah jatuh kemarin pagi di permukiman warga di Jalan Laksda Sucipto Gang 12, Kecamatan Blimbing.

Insiden tersebut belum sampai dua bulan berselang dari tragedi sebelumnya. Yakni, jatuhnya pesawat T-50i Golden Eagle milik TNI-AU di pinggiran Bandara Adisutjipto, Jogjakarta, 20 Desember 2015.

Pantauan Jawa Pos Radar Malang tadi malam, empat korban tewas dan tiga rumah hancur karena tertimpa pesawat buatan Brasil tersebut.

Mereka adalah dua personel TNI-AU, yakni Pilot Mayor (Pnb) Ivy Safatillah dan juru mesin udara Serma Syaiful Arief Rakhman.

Juga, korban sipil adalah istri pemilik rumah, Erma Wahyuningtyas, 49, dan warga yang indekos di rumah Erma, Nurkholis, 32.

Selain empat korban jiwa, jatuhnya pesawat yang berbobot mati 3,2 ton itu merusak tiga rumah. Kerusakan paling parah dialami rumah Mujianto, 56, warga Laksda Sucipto Gang 12 No 4.

Bagian belakang rumah dua lantai tersebut rusak parah. Terutama lantai 2 yang nyaris tidak tersisa. Empat kamar kos juga nyaris runtuh.

Saat pesawat jatuh, Erma yang merupakan istri Mujianto, pemilik rumah, dan Nurkholis sedang berada di dalam rumah tersebut.