Jelang Idul Adha, Waspada Wabah Antraks

Ilustrasi

Hargo.co.id Gorontalo – Menjelang hari raya kurban atau Idul Adha, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Nakeswan) Kabupaten Gorontalo pun terus mengantisipasi berkembangnya wabah antraks di daerah tersebut. Salah satunya dengan melakukan pemeriksaan ketat di wilayah perbatasan yang menjadi pintu masuk ternak sapi dari luar daerah.

“Yang jelas, dalam waktu dekat ini kami akan bekerja sama dengan pemerintah provinsi Gorontalo untuk melakukan pengawasan baik di wilayah perbatasan antar provinsi maupun dengan daerah yang berbatasan langsung dengan kabupaten Gorontalo,” ungkap Kadis Nakeswan Kabupaten Gorontalo, Femmy Wati Umar, kepada wartawan, kemarin, Kamis (10/8).

Selain melakukan pengawasan di wilayah perbatasan, pihaknya akan terjun langsung ke tempat pemotongan hewan dan penjualan ternak yang ada di wilayah Kabupaten Gorontalo, terutama wilayah-wilayah yang terindikasi wabah antraks. “Kami juga akan memeriksa hewan ternak dari di desa-desa dan juga ternak yang akan disembelih agar jangan sampai ada ternak yang terindikasi antraks,” tambah Femmy.

Saat ini, pihaknya sudah mengeluar edaran kepada pemerintah kecamatan dalam rangka kegiatan antisipasi wabah antraks.

Di tanya pemeriksaan saat lebaran Idul Adha ? Femmy juga menegaskan bahwa pihaknya tetap akan menurunkan tim pemantau di rumah potong hewan, termasuk penjualan sapi secara bebas, “Jadi, apakah ternak itu layak dikonsumsi atau tidak, punya surat dari dinas peternakan atau tidak,” pungkasnya.

Sebelumnya, wabah antraks yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis ini beberapa kali ditemukan wilayah Kabupaten Gorontalo.

Kabupaten Gorontalo sendiri termasuk katogeri daerah endemik antraks menyusul ditemukannya penyakit antraks di sejumlah kecamatan seperti Telaga, Pulubala, Limboto, Tibawa dan Bongomeme. Bahkan, di Desa Bakti Kecamatan Pulubala, seorang warga ditemukan terkena antraks karena mengkonsumsi ternak sapi yang sudah sakit sebelum disembelih.(tr-56/hg)