Jelang Pilgub, Parpol Masih Malu-malu

Pengamat Politik Universitas Negeri Gorontalo Rauf Hatu, (foto dok. GP)

Hargo.co.id GORONTALO – Sejumlah Partai Politik di Gorontalo hingga saat belum berani unjuk gigi  menghadapi pemilihan Gubernur Gorontalo tahun 2017 mendatang, padahal jika dilihat dari jumalah kursi yang ada di parlemen puncak botu, selain Partai Golkar ,partai-partai politik  itu layak untuk mengajukan figur calon Gubernur Gorontalo.Pengamat Politik dari Universitas Negeri Gorontalo Rauf Hattu menilai, saat ini partai politik di Provinsi Gorontalo masih malu-malu mencalonkan figur calon Gubernur pada pemilihan Gubernur Gorontalo 2017 mendatang, sementara Gubernur Rusli Habibie dengan leluasa mengkampanyekan diri, tanpa ada perlawanan dari kader Parpol lain.

“Sebut saja, PAN yang memiliki 7 kursi, Hanura 5 kursi, PDI-P 6 kursi, PKS 5 kursi, Partai Demokrat 4 kursi, dan PPP 4 kursi. ” ujar Rauf Hattu, selain itu Rauf mempertanyakan kader partai politik yang tidak berani tampil.

“Selama ini yang saya lihat di media, calon yang muncul bukan dari kader Partai, pertanyaan saya kemanakah para kader partai yang berada di Gorontalo, apakah tetap mendukung Rusli Habibie atau malah menyusun strategi lain untuk melawan incumbent,” kata Rauf Hatu.

Lantas bagaiamana jika Idris Rahim akan pecah dengan Rusli, karena ia merupakan pimpinan PAN, apakah akan terjadi persaingan sengit di Pilgub ?

“Dalam Politik tidak ada yang pasti, bahkan jelang dua hari pendaftaran calon tersebut bisa berubah pasangan. Dan itu juga tergantung dari komunikasi Parpol yang dibangun.

Hanya saja saya melihat belum ada pesaing yang berani melawan Rusli,” ungkapnya.
Dosen Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNG ini membandingkan Pigub Gorontalo dengan Pilgub DKI, yang tercatat ada beberapa calon sudah berani tampil mensosialisasikan diri, mulai dari Sandiaga Uno, Adhiyaksa Daud, hingga musisi Ahmad Dhani.

“Bahkan sudah ada yang membuat komunitas melawan Ahok, dan mereka calon-calon itu didukung oleh parpol,” pungkasnya. (wan/hargo)