Jika BBM Turun, Jangan Lebih Dari Rp. 500

Ilustrasi

Hargo.co.id JAKARTA – Pemerintah disarankan tidak menurunkan harga bahan bakar  minyak (BBM) secara dratis. Alasannya, Menurut Direktur Pusat Studi Kebijakan  P‎ublik (Puskepi) Sofyano Zakaria, masyarakat biasa maupun para pengusaha di negeri ini, lebih butuh adanya stabilitas harga.

“Masyarakat lebih butuh kepastian harga yang mampu membuktikan bahwa harga jual BBM tidak turun naik seperti yoyo yang
hanya bermanfaat besar bagi pemainnya saja,” ujar Sofyano, Senin (28/3).

Keuntungan yang diperoleh karena turunnya harga minyak dunia, kata Sofyano, lebih  baik dimanfaatkan sebagai anggaran cadangan untuk antisipasi ketika harga minyak  naik, tetapi harga jual BBM tidak dinaikan. “Selisih harga itu harusnya bisa pula dipergunakan untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Demikian juga ‎ketahanan  energi daerah, perlu pula mendapat perhatian serius dari pemerintah dengan  membangun infrastuktur energi di daerah,” ujarnya. ‎Meski begitu, kewenangan  menaikturunkan harga jual BBM kata So‎fyano, kewenangan pemerintah. Ia hanya  menyarankan kalau memang harga BMM jadi diturunkan per 1 April 2016 mendatang,‎  tidak lebih dari Rp 500 per liter.(hargo/jpnn)‎