Jika Masih ada Jasad Bayi yang Dibungkus di Tas Plastik, Budi Doku Siap Mundur dari Wawali Gorontalo

REKAMAN – Wakil Walikota Budi Doku melihat isi rekaman CCTV di RSAS berkaitan polemik penanganan bayi yang meninggal setelah lahir, Kamis (25/2). (Ratnawati/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Pernyataan mengejutkan disampaikan Wakil Walikota Gorontalo Charles Budi Doku (CBD), Senin (29/2).

Ia menyatakan siap meletakkan jabatannya sebagai Wakil Walikota Gorontalo, bila kasus bayi dalam tas kresek (tas plastik) kembali terulang di RS Aloe Saboe (RSAS) Kota Gorontalo.

Pernyataan ini disampaikan Wakil Walikota Budi Doku karena kencangnya protes masyarakat terhadap kasus bayi yang diisi dalam tas kresek di RSAS Kota Gorontalo.

“Alfatihah buat bayi. Kalo ada kejadian lagi dan sudah lewat kamar jenazah mayatnya. Kalo masih ditaruh ditas plastik, saya yang mundur dari Wawali,”tegas Budi Doku, Senin (1/3).

Ia mengatakan, rumah sakit wajib memberlakukan standar prosedur (SOP) pelayanan medis, termasuk bagi pasien yang dinyatakan meninggal dunia. Budi Doku yang juga seorang dokter itu mengatakan, setiap pasien meninggal di rumah sakit harus melalui kamar jenazah.

Seperti diketahui, publik Gorontalo dihebohkan dengan kasus bayi meninggal dunia di RSAS yang jenazanya hanya diisi dalam tas kresek.

Kendati mendapat bantahan dari pihak rumah sakit, namun orang bayi Win Rahim (28) bersikukuh menyatakan bila jasad bayinya itu diperlakukan tidak manusiawi oleh petugas rumah sakit, karena hanya diisi dalam tas plastik usai dilahirkan.

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →