Kabupaten Gorontalo Terima Bantuan Rp 49 Milyar Dari Kementrian Pertanian RI

Menteri Pertanian RI Amran Suleman menyerahkan bantuan pertanian secara simbolis kepada Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo. ( Foto: Roy Van Gobel/hargo)

Limboto, Hargo.co.id – Kunjungan Menteri Pertanian RI Amran Suleman di Kabupaten Gorontalo , menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat khususnya petani yang ada di Kabupaten Gorontalo. Selain Meninjau hasil pertanian didaerah ini, Mentan Amran Suleman juga memberikan sejumlah bantuan dana bagi pengembangan pertanian di Kabupaten Gorontalo.

Saat menghadiri kegiatan gerakan percepatan LTT padi dan gebyar SIWAB di Desa Hutabohu, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo Jumat, (21/04), Menteri Pertanian Amran Suleman memberikan apresiasi terhadap geliat pertanian di daerah ini. Diakui Menteri, bahwa Gorontalo yang memiliki potensi lahan pertanian yang cukup luas, dengan hasil pertaniannya yang melimpah sudah selayaknya mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat.

” Saya bangga dengan gerakan pertanian di Gorontalo, dan jika semua Propinsi bergerak seperti Gorontalo, maka saya yakin negara ini tidak akan melakukan inpor lagi.” Ujar Menteri Amran Suleman saat memberikan sambutannya.

Dirinya menyatakan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan ditahun-tahun yang akan datang, bisa terwujud melalui kerja keras semua pihak khususnya yang ada di Gorontalo. Olehnya dalam mendongkrak hasil pertanian di Gorontalo pihaknya memberikan dukungan sepenuhnya dengan memberikan bantuan dana serta alat-alat pertanian bagi petani di Gorontalo.

Menteri Pertanian Amran Suleman, Bersama Sejumlah Pimpinan Daerah Di Gorontalo, saat beroto bersama usai meninjau Gudang Jagung. (Foto: Roy Gobel/hargo)

Khusus untuk Kabupaten Gorontalo, Kementrian Pertanian menyalurkan dana sebesar 49.096.923.641 milyar rupah. Bantuan tersebut diserahkan langsung Menteri Pertanian Amran Suleman kepada Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo.

Dari total anggaran yang disalurkan itu, dibagi dalam beberapa golongan diantaranya, bantuan benih jagung dengan jumlah Rp.31,7 Milyar, Bantuan padi sebesar RP. 690,5 Juta, bantuan alat mesin pertanian berjumlah 178 unit dengan nilai sebesar Rp.9.237.581.874.

Selain memberikan bantuan benih dan alat pertanian, Kementrian Pertanian juga memberikan bantuan Asuransi Usaha Tani (AUTP) dengan penerima polis dan penerima kleim sebanyak 5.150 Ha dengan nilai Rp.741.600.000, bantuan Asuransi Usaha Ternak Sapi (AUTS) dengan penerima polis dan penerima kleim 1.000 ekor dengan nilai Rp. 160 Juta, bantuan UPSUS sapi induk wajib bunting (SIWAB) dengan jumlah 14.000 Akseptor dengan nilai Rp.4.082.131.304. Serta pengembangan kawasan cabe rawit dengan jumlah 80 Ha, senilai Rp 2,4 Milyar.

Sementara itu Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo dihadapan Menteri, Pejabat Gubernur dan sejumlah Kepala Daerah mengatakan sebagai daerah yang memiliki lahan pertanian yang luas serta menjadi salah satu daerah lumbung pangan di Propinsi Gorontalo, menyatakan akan mendukung sepenuhnya program pemerintah pusat dalam memenuhi kebutuhan pangan melalui sektor pertanian.

Menurut Bupati Nelson, Sebagai salah satu upaya peningkatan hasil pertanian khusnya peningkatan produksi padi,di Kabupaten Gorontalo pemerintah daerah telah menerapkan aturan bahwa tidak dibenarkan lagi untuk membangun perumahan di lahan persawahan. Selain itu pemerintah daerah juga saat ini sedang mengembangkan padi organik.

Sedangkan untuk Jagung, menurut Bupati Nelson, sesuai kuota yang ada yaitu dari 36 ribu Hektare, pemerintah daerah sudah menanam sekitar 19 ribu Hektare, dan diharapkan ini akan mengalami peningkatan di bulan-bulan mendatang.

“Salah satu kendala yang kita hadapi adalah menyangkut benih dan pupuk, sebab sel

ama ini pengadaan benih dan pupuk ini sering mengalami keterlambatan pengiriman, sehingga kedepan kami berharap hal ini bisa teratasi.” tandas Bupati Nelson.

Ditempat terpisah, terkait kunjungan Menteri Pertanian ini, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gorontalo, Rahmad pomalingo sangat mengapresiasi konsistensi dari pihak Kementrian Pertanian dalam upaya mendongkrak peningkatan produksi pertanian di Gorontalo.

” Kami bersyukur bahwa pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Pertanian sangat memberikan perhatian terhadap pertanian di kabupaten Gorontalo. Sebagai salah satu bukti dalam peningkatan produksi jagung, pihak kementrian telah memberikan peluang untuk Kabupaten Gorontalo dalam mengolah tanaman jagung ini, hingga mencapai 36 ribu hektare, yang sebelumnya hanya dibatasi pada perluasan arelal tanam (PAT) saja.” Ujar Rahmat

Rahmad menambahkan sesuai jumlah lahan seluas 36 ribu hektare yang akan ditanami jagung, saat ini pihaknya sudah mulai melakukan tahapan pendistribusian kepada petani. Dirinya berharap hingga akhir Bulan April ini seluruhnya sudah ditanami jagung. (rvg/hargo)