Kado HPN 2018, Jawa Pos Raih Penghargaan Jurnalistik Adinegoro

Foto milik pewarta foto Jawa Pos, Raka Denny yang berjudul Fase Kritis. Foto tersebut menggambarkan siswa SMPN 2 Karangasem, Bali yang bersiap berangkat ke sekolah dengan latar Gunung Agung. Foto diambil pada Selasa, 28 November 2017. (Raka Denny/Jawa Pos)

Hargo.co.id – Pada peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018, Jawa Pos mendapat kado terindah dengan menerima penghargaan Anugerah Jurnalistik Adinegoro untuk kategori foto.

Penghargaan itu diterima oleh Raka Denny dengan karya fotonya berjudul Fase Kritis. Selain kategori foto, penghargaan lainnya dari Adinegoro juga untuk indeph reporting hingga media siber inovatif. Khusus untuk indeph reporting diraih Muhammad Amin dari Riau Pos (Jawa Pos Group), dengan judul artikelnya “Dinamika dan Romantika di Sempadan Negeri”.

Sementara untuk kategori karikatur diraih oleh Budi Setyo Widodo (Media Indonesia) dengan judul anti Pancasila. Kategori televisi diraih Rivo Pahlevi Akbarsyah (Trans 7) dengan judul “Berdamai dengan Maut di Kasarelau”.

Selanjutnya, kategori jurnalistik radio diraih Surya S Thalib (RRI Nunukan) dengan judul “Saya Indonesia”. Kategori siber dengan judul karya “Janji untuk Papua” diraih A Haryo Damardono (Kompas.id).

Sementara, penghargaan khusus media siber terinovatif diraih Sapto Anggoro (Tirto.id). Lalu, media pelopor media online surat kabar diperoleh Harian Republika. Penghargaan pengabdian bidang pers Lifetime Achievement diraih Fikri Jufri (Tempo), Harjoko Trisnadi (Tempo), Bernard Sudarmara Dir Eks SGT.

Kemudian, hak perempuan diraih jurnal perempuan. Penulisan musik media diraih Remy Silado. Kategori media pelestari budaya sastra Jawa penyebar semangat diraih Jaya Baya, Sunda mangle. Majalah suara Muhammadiyah dan media dakwah disalah Nahdlatul Ulama juga meraih penghargaan Adinegoro.

Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Margiono mengatakan, penghargaan yang diterima para pemenang tersebut adalah penghargaan tertinggi yang diberikan PWI.

“Penghargaan ini tak lain untuk memacu semangat insan pers untuk terus berkarya. Melahirkan tulisan-tulisan yang membangun dan memotivasi untuk kepentingan kemajuan Bangsa,” kata Penanggungjawab HPN itu di Padang, Jumat (9/2).

Selain untuk insan pers, PWI juga memberikan penghargaan kepada sejumlah kepala daerah. Yakni, Gubernur Jawa Timur Sukarwo dan Bupati Tabalong Anang Syafani. Keduanya mendapat sematan pena emas di hari puncak perayaan HPN 2018 di panggung utama Cimpago, Pantai Padang, Sumbar (9/2).

Penghargaan berupa pin pena emas tersebut disematkan Menteri Kominfo Rudiantara di hadapan Presiden RI Jokowi dan ribuan undangan HPN.

Margiono menjelaskan, Gubernur Jawa Timur meraih penghargaan tertinggi dari PWI, karena di bawah kepemimpinan Pak De Karwo, Pemprov Jatim membuka seluas-luas informasi pada masyarakat. Mulai dari dialog interaktif melalui ruang publik yang difasilitasi media, dan sebagainya.

Anang Syakhfiani dianggap berkontribusi besar terhadap perkembangan pers di daerahnya. Seperti membangun balai wartawan, dilengkapi fasilitas pendukung kinerja wartawan. “Semoga ke depan banyak lagi kepala daerah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap perkembangan pers Indonesia,” kata Margiono.

(rcc/JPC/hg)