Kamar VIP RSAS Sistem ‘Booking’ Kosong Dua Hari, Pasien Lain Terlantar

Ilustrasi

Hargo.co.id GORONTALO – Sejumlah keluarga pasien mengaku heran dengan pelayanan di Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS) yang dinilai menerapkan aturan booking atau pemesanan kamar pasien ketika ruang inap lainnya sedang penuh.

Mewakili sejumlah keluarga pasien, Ismail Ntau, mengatakan demikian. Menurutnya, perlakuan semacam ini dinilai tidak adil.

“Katanya kamarnya sudah dipesan. Kalau langsung diisi tidak apa-apa, tapi sudah lewat dari 24 jam tidak juga diisi dan jawaban dari rumah sakit masih sama, kamarnya sudah dipesan,” ungkap Ismail.

Ismail warga Buladu, Kecamatan Kota Barat, yang juga merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) ini sejatinya datang ke RSAS untuk pengobatan isterinya yang sedang sakit.

Untuk mendapatkan pelayanan, dia memanfaatkan BPJS Kesehatan yang harusnya mendapatkan pelayanan kelas 1.

Namun saat itu, ruang inap kelas 1 sedang penuh sehingga dia meminta untuk pindah ke ruang VIP.

Adapun selisihnya siap ditanggungnya. Akan tetapi, saat itu petugas jaga rumah sakit mengatakan bahwa ruang VIP sudah penuh meski ada ruangan yang terlihat masih terlihat kosong.

“Itulah yang saya konfirmasi ke petugas, katanya sudah dipesan. Setelah satu hari kemudian, masih sama jawabannya,” ungkapnya.

Ismail pun semakin penasaran ketika perlakuan serupa dialami sejumlah pasien lainnya. “Itulah yang ingin kami pertanyakan, apakah sudah ada sistem booking yang lewat 1×24 jam,” tegasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Wakil Direktur Pelayanan RSAS, Medi Sarita, menjelaskan, tidak ada perbedaan pelayanan terhadap pasien.

Adapun yang dialami seperti yang disuarakan Ismail Ntau, karena ada pasien yang sudah lebih dulu masuk.

“Mungkin karena pasiennya masih ada di UGD atau di ruang pemeriksaan lainnya, jadi ruangan itu kosong,” kata Medi.

Dia menegaskan, tidak ada sistem booking atau pesan kamar VIP dari luar. “Jadi bukan pilih-pilih orang, tapi karena sudah ada yang mengantri,” pungkasnya.(tr-53/hargo)