Kapolri Jamin 2018 SPN Beroperasi

Kapolri Jenderal Tito Karnavian ketika meletakan batu pertama pembangunan SPN Gorontalo, . (Foto Natha/Gorontalo Post)

GORONTALO,hargo.co.id – Pembangunan sekolah Polisi Negara (SPN) Batudaa, Kabupaten Gorontalo resmi dimulai. Hal itu ditandai peletakan batu pertama oleh Kapolri Jendral M.Tito Karnavian, Kamis (13/4) pukul 14.30 wita.

Pembangunan SPN direncanakan berjalan selama setahun. Sehingga pada 2018 mendatang, sekolah untuk para bintara Polri itu sudah beroperasi.

Seiring beroperasinya SPN Batudaa, Kapolri Tito Karnavian berharap, Sumber Daya Manusia (SDM) di Gorontalo akan lebih meningkat. Sebab, salah satu tujuan utama kehadiran SPN adalah meningkatkan SDM, terutama di daerah ini.

“SDM merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan pembangunan. Kita ingin adanya peningkatan kualitas SDM di Gorontalo itu sendiri, sehingga mudah-mudahan SPN ini berfungsi dengan baik,” ujar Tito Karnavian.

Menurut Tito Karnavian, hadirnya SPN bukan serta merta melatih dan mendidik anggota Polri. Namun lebih dari itu, berbagai kegiatan keorganisasian maupun kelembagaan bisa dilakukan di SPN.

“SPN ini mutlifungsi, disini bisa digunakan oleh pemerintah daerah dalam mendidik aparatur sipil negara. Melatih anggota Satpol PP, Satpam, maupun kader-kader dari organisasi tertentu,” ucap Tito dalam sambutannya sebelum peletakan batu pertama pembangunan SPN.

Jendral Polisi Bintang Empat ini mengaku kagum dengan potensi yang dimiliki Gorontalo. Terutama dari sisi sumber daya alam (SDA) yang tersedia melimpah. Karena itu Tito Karnavian menekankan SDA tersebut harus ditopang oleh SDM yang handal dan berkualitas.
Lebih lanjut Tito Karnavian juga mengapresiasi kepedulian pemerintah provinsi dan kabupaten/kota maupun masyarakat terhadap pembangunan SPN.

“Kalau untuk SPN lainnya pemerintah hanya menyerahkan lahan. Kita Polri sendiri yang bangun, yang cari anggarannya. Tapi di Gorontalo ini luar biasa. Pemerintah provinsi menghibahkan tanah, pemerintah kabupaten/kota juga ikut membantu pembangunan gedung. Bahkan ada masyarakat yang membantu pembangunan masjid,” urai Tito.

Sementara itu, terkait kondisi keamanan Gorontalo sendiri menurut Tito, meski Gorontalo berbatasan langsung dengan Provinsi Sulawesi Tengah yang selama ini menjadi salah satu daerah merah rawan teroris, Gorontalo terbilang aman dan damai. Hal ini terbukti dengan, terjaganya stabilitas keamanan di wilayah Gorontalo sejauh ini.

“Stabilitas keamanan di Gorontlao tidak banyak gejolak, karena penduduknya ramah-ramah, Hal ini terbukti dengan hangatnya sambutan yang diberikan kepada saya dan rombongan tadi sejak dari bandara hingga ke tempat ini,” tambahnya. Olehnya, Tito berharap, stabilitas keamanan ini dapat terjaga untuk seterusnya.

Terpisah Kadiv Humas Polri Irjen Pol Boy Rafli Ammar kembali memastikan pengoperasian SPN Batudaa pada 2018. “Tahun depan kita target beroperasi,” ujar perwira dua bintang itu.

Menurut Boy Rafli Ammar, SPN Gorontalo merupakan salah satu sarana untuk peningkatan kapasitas SDM. “Adanya SPN juga menguntungkan bagi masyarakat itu sendiri. Kuota calon siswa Kepolisian Gorontalo akan bertambah.Dan pembangunan SPN ini sendiri akan diupayakan tepat waktu pada tahun 2018 bisa diresmikan,” papar Boy di hadapan wartawan.

Sebelumnya, Kapolda Gorontalo Brigjen Pol. Rachmad Fudail menyampaikan, rencana pembangunan SPN Gorontalo sudah mencuat sejak lama. Bahkan lebih kurang 10 tahun lalu, Pemerintah Provinsi Gorontalo sudah menyiapkan lahan untuk pembangunan SPN Batudaa.
“Alhamdulillah semua dapat terwujud dengan baik karena ini semua berkat dukungan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah daerah yang ada di Gorontalo,” ujar Rachmat Fudail.

Sementara itu Penjabat Gubernur Gorontalo Zudan Arif Fakhrulloh turut menyambut baik pembangunan SPN Batudaa. “Dalam rentang waktu empat bulan Pak Kapolda Gorontalo bertugas, pembangunan SPN Batudaa dimulai. Ini merupakan sebuah kebangaan tersendiri bagi kami pemerintah dan masyarakat Gorontalo,” ujar Zudan Arif Fakhrulloh. (ndi/san/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →