Kasus Kekerasan Anak di Bonbol Tinggi

Ilustrasi kekerasan Anak

Hargo.co.id– Anak-anak yang seharusnya menjadi penerus cita-cita bangsa dan mendapatkan perhatian khusus di dunia pendidikan dan hal-hal positif lainnya, bukan malah menjadi korban kekerasan. Di wilayah Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) misalnya, kekerasan cenderung tinggi.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, kekerasan terhadap anak yang kerap terjadi di Bonbol selang 2017 hingga 2018 sudah mencapai 29 kasus. Baik itu yang kasus pencabulan maupun persetubuhan dengan pemaksaan terhadap anak dibawah umur.Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bonbol, Bambang Dwi Handoko,SH melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum), Fran Nurmansyah, menjelaskan, sejak 2017 sudah ada kurang lebih 27 kasus dan di awal 2018 ini sudah masuk dua perkara yang dilaporkan oleh Polres Bonbol. “Cukup tinggi menurut kami setelah kasus penganiayaan. Oleh karena itu, hal ini pun menjadi perhatian kami di Kejaksaan,” ujarnya.

Ditambahkan pula, untuk memberikan efek jera terhadap para pelaku pencabulan maupun persetubuhan dengan kekerasan, yang korbannya adalah anak di bawah umur, maka pihaknya dalam setiap persidangan kerap memberikan tuntutan maksimal. “Saat ini ada oknum masyarakat yang kami tuntut 14 tahun penjara dan dalam waktu dekat ini akan diputuskan oleh pihak pengadilan. Sebelumnya pula oknum ASN kami tuntut dengan tuntutan 8 tahun penjara,” jelasnya.

Upaya lainnya untuk melakukan pencegahan terhadap maraknya kasus ini yaitu dengan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang tindakan-tindakan kejahatan. Hal tersebut biasanya dilakukan oleh Jaksa Masuk Sekolah (JMS) yang dipimpin langsung oleh Kasi Intel. “Lewat sosialisasi seperti ini, kami akan memberikan pemahaman hukum terhadap siswa SMP, SMA, pemerintah desa dan juga masyarakat umum. Mulai dari sosialisasi narkotika, prostitusi dan lain sebagainya. Upaya tersebut semata-mata agar masyarakat menjauhi yang namanya pelanggaran, sehingga tidak berimbas pada hukuman,” pungkasnya.(kif/hg)