Kasus Pencabulan Anak Panti,Sudah 13 Saksi Diperiksa Polisi

Ilustrasi Pencabulan Dibawah Umur

GORONTALO – Hargo.co.id Kasus dugaan pencabulan terhadap enam anak Panti Asuhan Al Hijrah, Kota Gorontalo, segera memasuki babak baru. Kasus yang sempat menghebohkan warga Kota Gorontalo itu akan segera disidangkan setelah sebelumnya pihak penyidik telah melengkapi seluruh berkas perkara.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Kabid Humas Polda Gorontalo, AKBP Ary Donny Setiawan, saat ditemui Gorontalo Post. Menurut dia, sebelumnya pihak penyidik Ditreskrimum Polda Gorontalo tengah mengumpulkan sejumlah barang bukti tambahan.

yaitu berkas akta kelahiran dari seluruh korban untuk memastikan apakah korban tergolong dibawah umur. Dan hasilnya, seluruh korban memang masih dibawah umur.

“Seluruh akta keenam korban sudah diperiksa oleh penyidik dan semuanya memang masih tergolong di bawah umur,” ujarnya.

Sedangkan untuk pemeriksaan saksi sendiri, menurut Ary Donny, penyidik sudah memeriksa 13 saksi baik dari pihak korban maupun tersangka sehingga sudah dirasa cukup untuk menguatkan kasus ini di persidangan nanti.

“Semuanya sudah rampung dan akan segera di tahap dua kan nanti, sebelum kemudian akan disidangkan,” terangnya. Lebih lanjut AKBP Ary Donny mengatakan, sampai saat ini tersangka IS masih mendekam di ruang sel tahanan Polda Gorontalo meski sebelumnya memang sudah ada upaya penangguhan penahanan dari pihak keluarga tersangka.

“Untuk sementara, IS dijerat dengan pasal 81 ayat 2 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana maksimal 15 tahun penjara,” tandasnya. Sebelumnya, Kasus pencabulan kembali terjadi di Gorontalo.

Kali ini sedikitnya enam anak yang tinggal di Panti Asuhan Al Hijrah, Kelurahan Tuladenggi, Kecamatan Dungingi, Kota Gorontalo, menjadi korban pencabulan. Ironisnya, pelakunya adalah sang pemilik Panti Asuhan yang berinisial IS.

Akibatnya IS harus mendekam dibalik jeruji besi ruang tahanan Mapolda Gorontalo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya itu. Kasus ini terungkap setelah NU, ibu dari NS salah seorang penghuni panti asuhan Al Hijrah, Kelurahan Tuladenggi, Kota Gorontalo .

melaporkan dugaan kasus pencabulan yang menimpa anaknya NS yang baru berumur 14 tahun yang diduga dilakukan oleh sang pemilik panti asuhan IS.

NS diduga disetubuhi oleh IS lebih dari satu kali selama tinggal di Panti Asuhan itu. Ironisnya, menurut hasil penyelidikan polisi, korban dari aksi IS itu bukan hanya NS sendiri, tapi juga menimpa 5 anak panti asuhan lainnya.(tr-45/hg)