Kasus Penemuan 209 Drum Sianida Didiamkan?

Ratusan drum zat sianida yang diduga digunakan untuk pengolahan emas disita Polda Gorontalo di salah satu gudang penyimpanan beras di Bone Bolango. Insert: Petugas saat menggrebek lokasi pengolahan emas di Bonbol, Selasa, (8/3). (humas polda Gorontalo for hargo.co.id)

Hargo.co.id GORONTALO – Pengusutan kasus penyimpanan 209 drum Sianida yang di Desa Pangi, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango (Bonbol) mulai disoal.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada langkah pengembangan dan terkesan didiamkan pihak Direskrimsus Polda Gorontalo yang menangani kasus tersebut.

Trismanto salah satu Tokoh Masyarakat Kota Gorontalo mempertanyakan hal itu karena keberadaan ratusan drum sianida tersebut diduga kuat digunakan para penambang ilegal di Gorontalo. Seharunya penyelidikan harus sampai pada tingkat penambang-penambang tersebut. Apabila dibiarkan, maka sama dengan membiarkan terjadinya kerusakan lingkungan di Gorontalo.

“Penuntasan kasus Sianida ini harus jelas. Kalau dibiarkan sama saja kita membiarkan lingkungan kita rusak,” ujarnya. “Kasus ini harus dituntaskan, jangan sampai ada indikasi main mata antara petugas kepolisian dan pemilik Sianida tersebut,” sambungnya.

Ketika dikonfirmasi, Kapolda Gorontalo Brigjend Pol Drs Hengkie Kaluara, melalui Kabid Humas AKBP S. Bagus Santoso mengatakan, saat ini kasus Sianida tengah dalam proses penyidikan dan penyelidikan pihaknya.

“Kasus ini masih terus didalami pihak kepolisian,” tegasnya. AKBP Bagus juga membantah adanya isu beredar tentang dugaan kongkalingkong antara pihak kepolisian dan pemilik sianida.

Sebelumnya, Selasa (8/3) sore Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Gorontalo mengamankan sedikitnya 209 Drum Berisi Sianida dan 3 gelon berisi kaporit dari salah satu Gudang Beras yang ada di Desa Pangi, Kecamatan Suwawa Timur, Kabupaten Bone Bolango.

Dalam penggrebekan yang dilakukan oleh aparat Gabungan yang terdiri dari Tim Reskrimsus Polda Gorontalo dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Provinsi Gorontalo itu, turut diamankan dua orang warga yang bertugas menjaga gudang, masing-masing Erni Tangahu (65) dan Oktavianti Modeo (22). Keduanya merupakan kerabat dekat dari Anice Modeo (40), yang diduga menjadi pemilik Gudang itu. (tr-45/hargo)