KBRI Delhi Keluarkan Himbauan Polusi Parah

SEMANGAT: Warga Delhi tetap berolahraga meski kabut asap menyelimuti kota mereka. (DOMINIQUE FAGET/AFP)

Hargo.co.id Gorontalo  – Kedutaan Besar Republik India (KBRI) New Delhi mengeluarkan surat himbauan sejak Selasa (8/11) terkait dengan indeks kualitas udara di Delhi yang semakin memburuk.

Indeks kualitas udara yang dinilai baik adalah 0-50. Dan indeks diatas 200 adalah tergolong sangat buruk. Sedangkan tingkat indeks di Delhi mencapai 400-500 yang sudah masuk kategori membahayakan.

’’Supaya menghindari aktivitas di luar ruangan, dan apabila ada keperluan untuk itu, dihimbau menggunakan masker yang dapat menyaring partikel polutan berdiameter 2,5 mikrometer (PM 2,5) atau kurang,’’ tulis salah satu paragraf pada himbauan tersebut.

Prof Tjandra Yoga Aditama yang kini bekerja untuk WHO South East Asia Regional Office dan berkantor di New Delhi mengatakan, kadar PM 2.5 udara Delhi pada Selasa (7/11) kemarin adalah 700, padahal kadar 300 saja sudah masuk berbahaya. Media di India memberitakan ini suatu health emergency.

Sebagai gambaran, pada saat puncak kebakaran hutan di Sumatera maka kadar PM 2.5 tertinggi di Singapura hanyalah 425, dan saat itu menimbulkan masalah besar.

Kalau kadarnya hanya 300 maka akan berbahaya khususnya utk kelompok risiko tinggi (orang tua, anak-anak, orang dgn penyakit kronik, gangguan imunitas dan lainnya), tapi dengan kadar 700 seperti kemarin maka orang sehat pun akan dapat terkena dampaknya.

’’Kenapa bisa seperti ini ada beberapa teori, seperti musim tanam (bakar lahan), arah angin, kelembaban dan lainnya,’’ paparnya. Tjandra sendiri pada Rabu (8/11) terbang ke Geneve untuk rapat WHO. Namun pesawat telat berangkat dua jam karena asap polutan yang menyebabkan terbatasnya jarak pandang tersebut. (Hg)

(ina/JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *