Kerajinan Lapas Pohuwato Jadi Incaran Mancanegara

Media tanam yang dilahirkan oleh Lapas Pohuwato, menjadi incaran dari beberapa negara, seperti Rusia, Itali, Cina dan pengusaha dari negara-negara lainnya.

GORONTALO, hargo.co.id  – Kerajinan tangan yang dihasilkan oleh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pohuwato saat ini menjadi incaran mancanegara.

Mengapa tidak? Pada saat pameran Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangeran, Banten pekan kemarin, yang dihadiri oleh pengusaha dari 79 negara, kerajinan Lapas Pohuwato banyak dilirik dan diminati oleh para pengusaha luar negeri.

Tak hanya itu saja, sudah ada beberapa Negara yang hendak menandatangani kontrak kerja untuk pembelian hasil kerajinan tangan di Lapas Pohuwato.

Ka Lapas Pohuwato, Rusdedy kepada Gorontalo Post menjelaskan, pameran yang mengusung tema global partner for sustainable resources ini, sangat memberikan manfaat dan dampak positif untuk Lapas Pohuwato, karena pengelolaan sabut kelapa menjadi incaran dari beberapa pengusaha luar negeri.

Salah satunya yakni pengusaha dari Rusia, yang sudah lama mencari media tanam seperti cocopiet dengan kualitas baik. Bahkan dari pihak Rusia berencana untuk datang ke Lapas Pohuwato pada Februari 2018 mendatang untuk menindaklanjuti kerjasama.

“Alhamdulillah kami mendapatkan kunjungan dari ibu-ibu Bali dan Australia yang tertarik dengan pot dan media tanam dari sabut kelapa. Bahkan pengusaha dari Nigeria ingin belajar mengolah limbah sabut kelapa di Lapas Pohuwato. Bahkan pengusaha dari Itali akan memesan pot dari sabut kelapa 300-400 buah per bulan. Ini tentu suatu keuntungan sekaligus tantangan kami kedepannya,” jelas Rusdedy.

Ditambahkan pula, pengelolaan sabut kelapa maupun kerajinan yang dihasilkan tersebut adalah buah tangan dari warga binaan Lapas Pohuwato. Dan untuk kerja keras para warga binaan tersebut, mereka tentunya mendapatkan bagian atau upah atas hasil kerja keras mereka sendiri.

“Saat ini, warga binaan sementara menyelesaikan pesanan dari Cina untuk sabut kelapa atau coco fiber sebanyak 200 ton, dengan nilai kontrak sebesar Rp 360 juta,” pungkasnya. (kif/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →