Keruh, Air PDAM Dikeluhkan Pelanggan

Kondisi air PDAM yang keluar dari keran rumah Cipto warga Mongolato Kecamatan Telaga keruh.

TELAGA – Hargo.co.id Air merupakan salah satu kebutuhan paling mendasar setiap warga. Olehnya ketersediaan air bersih yang memadai sangat diharapkan.

Sehingga siapapun rela walau harus mengeluarkan uang setiap bulannya demi mendapatkan pelayanan air bersih seperti halnya pada PDAM Kabupaten Gorontalo.

Namun apa jadinya jika air yang telah dibayarkan setiap bulan ini kualitasnya tidak sesuai yang diharapkan.Cipto (32), warga Desa Mongolato, Kecamatan Telaga, merupakan satu dari sekian pelanggan yang kurang puas dengan kualitas air dari PDAM Kabupaten Gorontalo ini.

Kondisi air PDAM yang keluar dari keran di rumahnya sangat memprihatinkan. Pasalnya, air yang seharusnya bening itu terlihat begitu keruh. Bahkan jika volume keran dikencangkan, airnya malah akan lebih kecoklatan.

Ia mengakui hal ini telah berlangsung lama dan sempat dilaporkan kepada pihak PDAM namun hingga kini masih belum membuahkan hasil. “Sempat dorang (PDAM, red) buatkan saluran pembuangan, tapi hingga kini air masih juga keruh, bahkan saya pe baju putih banyak yang so ba kuning-kuning lantaran depe air bagini,” ujarnya.

Tak hanya Cipto, salah satu pelanggan lainnya, Oyi (26), pun mengalami hal tersebut. Warga perum Altira Telaga ini sangat geram dengan kondisi air PDAM di rumahnya yang juga sangat keruh.

“Gara-gara air PAM kotor, torang bahkan sampe so jaga ba bili air gelon di depot untuk memenuhi kebutuhan air bersih setiap hari,” keluhnya.Terpisah, Direktur PDAM Kabupaten Gorontalo, Raden Sahi.

saat dikonfirmasi Gorontalo Post mengatakan, pihaknya terus melakukan upaya dalam menangani setiap permasalahan yang terdapat pada para pelanggan, terutama dengan kualitas air PDAM.

“Memang untuk wilayah Perum ini tidak bisa dipungkiri sering kali terjadi masalah seperti ini, dan hal itu dikarenakan area mereka berada di ujung pipa. Jadi pasir serta tanah yang mengendap di dalam pipa akibat pipa bocor karena musibah banjir itu bisa berdampak pada keruhnya air pada pelanggan di ujung pipa ini,” ujarnya.

Olehnya, Raden menambahkan, pihaknya telah mengantisipasi hal tersebut dengan membuat saluran pipa pembuangan di setiap wilayah pelanggan yang berada di ujung pipa ini.

“Kami telah membuatkan saluran pembuangan dan rencananya saluran pembuangan ini akan kami tambahkan lagi terutama di wilayah perum dan setiap 2 minggu bahkan 1 minggu secara rutin kami akan membuka saluran tersebut untuk membuang semua sisa-sisa tanah yang masih mengendap di dalam saluran pipa,” tambahnya.(tr-55/hg)