Ketika LGBT Merambah Gorontalo, Daerah Serambi Madinah yang Kental Agama dan Budayanya

Ilustrasi LGBT.

Hargo.co.id GORONTALO – Fenomena Lesbi Gay Bisexsual dan Transgender (LBGT) kini lagi menjadi bahan pembicaraan banyak kalangan.

Tak terkecuali di Gorontalo, daerah serambi madinah yang kental nuansa agama dan budaya ini rupanya tak lepas dari perilaku meyimpang LBGT itu. Cukup mudah menjumpai mereka. Biasanya para LGBT juga membentuk komunitas. Tempat nongkrongnya ditempat-tempat ramai.

Di kafe yang kece dan terkenal. Penampilan mereka juga mencolok. Gaya kemayu so pasti ditampilkan bagi para pria yang bergaya wanita. Setidaknya hal ini yang terlihat di salah satu pusat pembelanjaan di Kota Gorontalo.

Pada salah satu restoranya mereka berkumpul. Dari kejauhan mereka tampak seperti wanita. Menggunakan tank top berpadu jeans ketat dengan hils yang lumayan menjulang.  Tas wanita juga dibembeng. Yang membedakan adalah gaya mereka yang terkadang lebih dari seorang wanita.

Beda lagi dengan perempuan yang bergaya seperti laki-laki. Mereka kerap disebut lesbi, sifat kemayu tak ditampilkan, justeru terlihat tomboy.

Gorontalo post (grup Hargo.co.id) mencoba menelusuri kehidupan mereka. Misalnya para waria di Kota Gorontalo. Di sebuah tempat hiburan malam, koran ini bertemu Angsa (bukan nama sebenarnya).

Pria kemayu dengan tinggi 170 cm ini lagi bersama dua rekannya Bunga dan Sari (samaran). Keduanya juga waria. Mereka tak canggung ketika diajak berkenalan. Bahkan sedikit centil, dengan gaya khas mereka Angsa, Bunga dan Sari mau saja diajak berkenalan.

Tak lama berkenalan mereka pamit pergi, dengan mengendarai motor matik berboceng tiga mereka lalu menuju ke kawasan simpang lima telaga. Kawasan ini memang terkenal tempat nongkrongnya para waria hingga dini hari. Biasanya mereka menggelar pesta miras, atau sekadar menggoda para pengguna jalan. (tr-46/roy/tr-49/wie/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →