KoinWorks Kenalkan Sistem P2P, Setor Rp 100 Ribu Bisa Jadi Investor

COO KoinWorks, Bernard Arifin ketika memberikan pemaparan. (Nora/Jawa Pos)

Hargo.co.id – Kesadaran akan pengelolaan keuangan membuat minat masyarakat untuk berinvestasi meningkat.

Salah satu yang belakangan tengah booming adalah peer-to-peer lending (P2P). Selain menjadi wadah peminjaman modal, P2P berkembang menjadi pilihan investor untuk menanamkan dana dan meraup keuntungan.

Salah satunya, KoinWorks yang sudah resmi terdaftar dan diawasi OJK. Hal itu mendongkrak kepercayaan user. Yang paling signifikan terlihat dari jumlah investor yang melonjak hingga lebih dari 10 ribu pendana.

”Dalam rentang sebulan, pertumbuhannya lebih dari seribu investor,” ujar Jonathan Bryan, head of marketing KoinWorks, saat dijumpai di kawasan Kebayoran Baru.

Dalam peer-to-peer lending, seseorang bisa berinvestasi dengan sangat mudah, mulai Rp 100 ribu. Seluruh prosesnya dilakukan via online. Dengan nilai minimum yang sangat terjangkau, siapa saja bisa berinvestasi. Mereka juga bisa memilih sendiri peminjam (borrower) yang didanai.

Jonathan menuturkan, prosentase masyarakat Indonesia yang melek investasi baru sekitar 30 persen. ”Yang lainnya, bukan berarti tak punya dana lebih, bisa jadi belum mendapatkan akses untuk berinvestasi,” ucap dia.

Dengan kemudahan yang ditawarkan peer-to-peer lending, diharapkan bisa menjadi pilihan praktis bagi mereka yang ingin berinvestasi.

Bagi borrower juga tak kalah menguntungkan. Proses pengajuan pinjaman dan verifikasi dilakukan secara online. Pebisnis UKM, misalnya, bisa mengajukan pinjaman modal usaha hingga Rp 500 juta dengan tenor paling lama 24 bulan.

Pengajuannya relatif lebih mudah dibandingkan peminjaman ke bank. ”Saat ini sudah lebih dari 300 peminjam yang lolos tahap penilaian dengan total dana yang sudah didistribusikan sebesar Rp 30 miliar,” lanjut pria berkacamata itu.

Untuk mengakomodasi kebutuhan investor dalam mengembangkan portofolio investasi, KoinWorks menghadirkan fitur Multi Auto Purchase. Fitur ini merupakan pengembangan fitur Auto Purchase pada 2016.

Tujuannya, setiap pinjaman dapat terdanai dengan segera. ”Setiap investor memiliki kesempatan yang sama untuk berinvestasi, bukan lagi ’siapa cepat dia dapat’,” pungkas COO KoinWorks Bernard Arifin. (hg/nor/JPK)