Kondisi Mabuk! Tabrak Pohon, Hingga..

LOKASI kejadian kecelakaan sepeda motor honda revo, yang mengakibatkan Suharman Lamuta meninggal dunia di tempat.

Hargo.co.id Gorontalo – Kembali peringatan bagi masyarakat akan bahaya mengkonsumsi minuman keras (miras) yang dapat membawa banyak malapetaka. Seperti yang menimpa Suharman Lamuta (18) alias Nunu, Senin (12/2) sore. Warga Desa Karya Baru, Dengilo, Pohuwato ini meregang nyawa setelah sepeda motor Honda Revo warna putih DM 2935 CL menabrak pohon akibat pengendara yang merupakan rekannya, Nasir Alam (22) saat itu sedang dalam kondisi dipengaruhi miras.

Informasi yang dihimpun Gorontalo Post, peristiwa ini terjadi sekitar pukul 16.30 wita, tepatnya di Desa Popaya, Dengilo. Awalnya, Nasir Alam, warga Desa Hutamoputi, Dengilo ini sedang mengkonsumsi miras di rumah rekannya, Ruslan Detu (22) yang berada di Desa Popaya.

Di siang hari saat jam masih menunjukan pukul 14.00 wita itu, Nasir dan Ruslan asyik menenggak miras jenis cap tikus.

Menjelang sore hari, Nasir meminjam sepeda motor milik Ruslan untuk sekedar jalan-jalan, namun saat dikendarainya sepeda motor tersebut mogok di tengah jalan. Nasir pun menghubungi temannya, Suharman untuk meminta tolong mendorong sepeda motor milik Ruslan itu.

Suharman yang saat itu sedang berada di rumahnya pun langsung bergegas menolong Nasir. Suharman yang akrab disapa Nunu ini datang dengan sepeda motor Honda Revo miliknya dan digunakannya untuk mendorong sepeda motor yang dikendarai Nasir sampai ke rumah pemiliknya, Ruslan.

Setelah mereka mengantar sepeda motor Ruslan, Suharman pun berniat untuk mengantar Nasir ke rumahnya di Desa Hutamoputi, Dengilo. Dengan kondisi yang masih dipengaruhi miras, gantian Nasir yang mengendarai sepeda motor Suharman.

Namun naas, saat melintasi jalan umum Desa Popaya, Kecamatan Dengilo, tepatnya pada tikungan ke kanan sebelum kantor Camat Dengilo, konsentrasi Nasir buyar hingga sepeda motor yang dikendarainya keluar dari jalur dan menabrak sebuah pohon yang berada pada bahu kiri jalan.

Keduanya yang diketahui merupakan penambang itu terpental bersama sepeda motor yang ditumpangi. Suharman yang saat itu berbonceng, terlempar hingga tubuhnya juga ikut menghantam badan pohon. Warga setempat pun sontak mengerumuni lokasi kecelakaan yang cukup jauh dari pemukiman warga ini dan langsung menolong para korban.

Nasir mengalami luka sobek pada bagian kepala belakang, sementara Suharman mengalami pendarahan di telinganya serta luka lecet pada bagian leher yang diduga terbentur pada badan pohon.

Nyawa Suharman tak tertolong dan menghembuskan nafas terakhirnya di tempat kejadian dan langsung dievekuasi warga menuju rumah keluarganya. Sementara Nasir langsung dilarikan ke Puskesmas setempat.

Kapolres Pohuwato AKBP Dafcoriza,SIK,Msc, melalui Kasat Lantas, AKP Dewa Ayu Rayoka Cempaka,SIK, melalui Kanit Laka Lantas, Ipda Arfaing Ami, saat dikonfirmasi Gorontalo Post membenarkan kejadian kecelakaan maut yang terjadi di Kecamatan Dengilo ini.

“Kami telah melakukan penanganan dengan mengevakuasi korban dan juga barang bukti berupa sepeda motor Honda Revo yang mengalami kecelakaan, untuk pengendaranya saat ini belum dapat kami mintai keterangan karena masih dalam penanganan medis di Puskesmas setempat,” ujarnya.

Dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk dapat menghindari konsumsi miras karena dampaknya akan sangat merugikan diri sendiri dan juga orang lain. “Terlebih lagi saat berkendara dalam kondisi dipengaruhi miras, tentunya sangatlah berbahaya dan mengancam keselamatan.

Untuk itu jauhilah miras untuk keamanan, ketertiban dan untuk keselamatan kita semua,” pungkasnya. (tr-55/hg)