Kopi Dicampur dengan Racun! Begini Rekonstruksinya Si Pembunuh Mertua

TERSANGKA melakoni adegan-adegan rekonstruksi, di lokasi kejadian Keluarahan Biyonga, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Senin (15/1).

Gorontalo, Hargo.co.id – Satuan Reskrim Polres Gorontalo akhirnya menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan Zuhria Latada (66) dengan menggunakan racun tanaman dengan menghadirkan tersangka utama SB alias Epi (30) yang tak lain merupakan menantu korban. Terungkap bahwa tersangka SB alias Epi menyaksikan sendiri ketika mertuanya meminum racun yang campurkannya pada segelas kopi.

Dari pantauan Gorontalo Post, rekonstruksi yang digelar di kediaman korban di Kelurahan Biyonga, Limboto, Kabupaten Gorontalo ini turut dihadiri oleh keluarga korban, kerabat, tetangga hingga masyarakat sekitar.

Tersangka SB alias Epi saat datang dan dikawal oleh polisi terlihat begitu santai memperagakan 27 agenda rekonstruksi yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam itu. Adapun adegan yang paling tragis, ketika Epi sengaja menyaksikan ibu mertuanya tersebut meneguk kopi yang sudah dicampurkannya dengan racun tanaman jenis herbisida. Bahkan, setelah Zuhria muntah-muntah, Epi berlagak untuk menolongnya.

Rekonstruksi tersebut juga dilakoni oleh saksi-saksi, masing-masing anak korban, Ismet Pariyonga (40) yang merupakan anak pertama, Nawir Pariyonga (35) anak ketiga dan Yahya Priyonga (37) anak kedua yang sekaligus suami Epi.

Proses rekonstruksi yang diamankan oleh puluhan polisi dari jajaran Polres Gorontalo tersebut, berjalan aman dan terkendali. Kini, Epi tinggal menunggu hukuman atas perbuatan keji yang dilakukannya terhadap ibu mertuanya sendiri.

Epi bakal dituntut pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara, bahkan maksimal penjara seumur hidup.

Kepala Satuan Reskrim Polres Gorontalo, AKP Rhemmy Beladonna, mengungkapkan, proses rekonstruksi tersebut berlangsung aman meski dihadiri oleh banyak keluarga korban. “Rekonstruksi, untuk cari tahu cara pelaku lakukan tindak pidana,” ungkapnya. Rhemmy juga menambahkan bahwa rekonstruksi tersebut juga untuk melengkapi administrasi penyidikan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan.(TR-58)