Korban dari 18 Negara, Al Qaeda Klaim sebagai Pelaku Serangan di Burkina Faso

Hargo.co.id OUAGADOUGOU – Tidak lama setelah teror itu berakhir dan keadaan berangsur pulih, di Hotel Splendid, Sabtu (16/1) pagi.

Al Qaeda in the Islamic Maghreb (AQIM) mengaku bertanggungjawab atas serangan yang juga mengakibatkan kerusakan pada Restoran Cappuccino tersebut. Restoran yang juga menjadi favorit warga asing itu terletak di sebelah hotel 147 kamar tersebut.

’’Ini balas dendam kami terhadap Prancis dan Barat yang kafir,’’ jelas kelompok itu sebagaimana dilaporkan SITE, lembaga intelijen antiteror milik Amerika Serikat (AS).

Menurut SITE, para pelaku adalah bagian dari kelompok Al Murabitoun yang bermarkas di Mali. Kelompok tersebut dipimpin militan radikal bernama Mokhtar Belmokhtar. Media Burkina Faso melaporkan bahwa dua di antara empat pelaku yang berhasil dilumpuhkan adalah perempuan. Selain itu, di antara para pelaku tersebut terdapat seorang warga negara Arab.

Presiden Roch Marc Christian Kabore langsung berkunjung ke lokasi kejadian setelah teror berakhir pada siang. Dia mengungkapkan bahwa aksi teror itu sempat diwarnai drama penyanderaan. Sekitar 150 tamu hotel menjadi tawanan dalam insiden tersebut. Namun, setelah pasukan gabungan Burkina Faso dan Prancis melancarkan operasi pembebasan, sebagian besar sandera berhasil diselamatkan.

Menteri Komunikasi Remis Dandjinou menjelaskan bahwa salah seorang korban yang berhasil diselamatkan adalah Menteri Tenaga Kerja Clement Sawadogo.

’’Dia bahkan tidak terluka,’’ ujarnya.

Berbeda dengan pemberitaan media, Dandjinou menyebutkan, pelaku teror di hotel terkenal itu berjumlah enam atau tujuh orang. Demi melancarkan aksinya, mereka sengaja menginap di hotel tersebut sejak sehari sebelumnya.

Kemarin pagi serangan bermula di pintu masuk utama hotel. Bersamaan dengan itu, sekitar sepuluh mobil yang terparkir di jalanan depan hotel terbakar. Dalam hitungan detik, kegemparan terjadi di lobi hotel tersebut. Orang-orang berlarian ke luar sambil berteriak-teriak. ’’Ini buruk sekali. Sebagian besar tamu masih tidur dan darah ada di mana-mana. Mereka menembaki korbannya dari jarak dekat,’’ ucap Yannick Sawadogo. (AFP/BBC/hep/c20/ami/hargo)