Korban Longsor Tambang Taluditi Tim Kesulitan Lakukan Pencaria

Pencarian korban longsor di Kecamatan Taluditi masih terus dilakukan oleh Tim Basarnas Gorontalo, Polres Pohuwato, pemerintah setempat dan masyarakat. (F. Untuk Gorontalo Post)

Hargo.co.id – Badan SAR Gorontalo hingga saat ini masih melakukan pencarian terhadap dua orang warga yang diduga tertimpa longsor di lokasi pertambangan emas illegal yang ada di Desa Mekarti Jaya, Kecamatan Taluditi, Pohuwato, sejak 7 Januari 2018. Seperti diketahui, masih ada dua korban yang hingga kini masih belum ditemukan, antara lainnya Yanto Kune Lakis (35) warga Patilanggio dan Dimas Usman (24) warga Limboto. Sementara dua korban sebelumnya, Suharto Usman (49) warga Limboto dan Hamim Tun (23) warga Patilanggio, telah ditemukan dalam kondisi tak bernyawa.

Kepala Basarnas Gorontalo, Muslimin ketika diwawancarai menjelaskan, ada kurang lebih 10 orang anggota Basarnas yang menuju ke lokasi kejadian longsor. Tak hanya anggota Basarnas saja, akan tetapi ada pula dari Kepolisian, masyarakat dan pemerintah setempat yang turut membantu melakukan pencarian. “Sudah ada dua korban yang berhasil kami temukan. Namun masih dua korban lagi yang belum kami temukan hingga saat ini. Jaringan koordinasi pula sangat sulit, karena dilokasi tidak ada signal. Oleh karena itu, kami belum mendapatkan informasi lanjutan,” ungkapnya.

Memang, kata Muslimin, pihaknya mengalami kesulitan dalam melakukan pencarian korban. Hal tersebut dikarenakan medan yang cukup fantastis dan juga cuaca yang hingga saat ini hujan. Belum lagi, untuk menuju ke lokasi membutuhkan waktu dua hari satu malam. “Wah, medannya sangat susah. Ke lokasi saja kita membutuhkan waktu dua hari.

Belum lagi persoalan logistik untuk personil. Nanti kami akan meminta informasi lanjutan dan apabila diperlukan, maka akan dilakukan penambahan personil,” terangnya.
Sementara itu, diwawancarai terpisah, Kapolres Pohuwato AKBP Ary Donny Setiawan,SIK di Polda Gorontalo kemarin mengatakan, baru dua penambang yang ditemukan. “Ada empat orang anggota Polsek yang ikut bergabung dengan tim Basarnas dan beberapa tim lainnya.

Kami pun belum mendapatkan informasi lanjutan, karena kesulitan jaringan dan medan yang cukup jauh. Jika sudah ada informasi dan dimintakan penambahan personil, kami dari Polres Pohuwato akan segera mengirimkan bantuan,” pungkasnya.

Hal senada juga diungkapkan Kepala BPBD Pohuwato, Ramon Abdjul. Dia hanya berharap agar para tim pencari menemukan kedua korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang. “Hal ini mungkin bisa menjadi perhatian kita bersama, terkait dengan lokasi pertambangan rakyat agar supaya dicarikan tempat yang wilayahnya aman dan jauh dari potensi terjadinya tanah longsor yang tentunya sangat membahayakan keselamatan mereka,” tambahnya.

Dia juga menghimbau kepada masyarakat Pohuwato untuk senantiasa waspada dengan cuaca ekstrim yang terjadi akhir-akhir ini. “Diperkirakan cuaca ekstrim ini akan berlangsung hingga Februari. Olehnya, kepada penambang khususnya, sebaiknya jangan melakukan aktivitas pertambangan. Juga kepada para nelayan untuk menghentikan dulu aktivitas di tengah laut karena cuaca buruk yang tidak bisa diprediksi dapat datang sewaktu-waktu dan sangat membahayakan,” himbaunya.(kif/hg)