Kreasi Dongkrak Dinamis untuk Memudahkan saat Ban Motor Bocor

KREATIF: Dongkrak dinamis karya Jonathan Alexander Saputra ini berguna bagi pengendara sepeda motor yang mengalami ban bocor. (ISTIMEWA)
KREATIF: Dongkrak dinamis karya Jonathan Alexander Saputra ini berguna bagi pengendara sepeda motor yang mengalami ban bocor. (ISTIMEWA)

Hargo.co.id SURABAYA – Di tangan Jonathan Alexander Saputra, dongkrak ternyata tak hanya berfungsi untuk mengangkat barang berat atau memudahkan penggantian ban pada mobil saja.

Karena mahasiswa angkatan 2012 Jurusan Teknik Mesin Universitas Kristen (UK) Petra Surabaya ini berhasil membuat kreasi berupa dongkrak dinamis yang diperuntukkan untuk sepeda motor.

“Sebenarnya secara keseluruhan fungsinya sama dengan dongkrak pada umumnya. Untuk memudahkan. Namun dongkrak yang saya buat ini khusus untuk pengendara sepeda motor yang bannya bocor,” jelas Jonathan, saat ditemui di selasar entrance hall UK Petra Surabaya, belum lama ini.

Dengan waktu pengerjaan kurang lebih tiga bulan, dongkrak dinamis milik Jonathan ini mampu mengurangi kerusakan ban motor ketika ban sedang bocor. “Adanya dongkrak yang dipasangkan pada ban yang bocor, tentu akan mengurangi ban robek terlalu panjang. Karena  ndorong motor ban bocor kan risiko merusak bannya cukup banyak. Apalagi kalau tukang tambalnya jauh,” ujarnya.

Tak hanya mengurangi kerusakan pada ban, dongkrak dinamis milik Jonathan juga mudah dipasang. “Pengerjaan komponennya memang cukup lama namun pemasangannya ke motor hanya butuh waktu beberapa jam,” urainya sambil menjelaskan cara kerja dongkrak dinamis.

Untuk penggerak dari dongkrak dinamisnya sendiri, Jonathan menggunakan motor DC 12v milik power window dengan Torsi sebesar 8,3 Nm. Selain itu, komponennya sendiri terbilang mudah dicari. Seperti baja ASTM 36 untuk dudukan dongkrak dan ST37 stainless steel pada poros ulir. “Dari semua komponen, poros ulirnya ini yang sedikit susah mencarinya. Karena jarang ada bengkel yang menjualnya,” ungkapnya.

Dengan tinggi sekitar 25, komponen poros ulir berfungsi sebagai naik turunnya dongkrak dinamis. “Poros ulir bisa menyesuaikan tingginya. Tergantung bentuk motornya,” tambah mahasiswa kelahiran Surabaya ini.

Meski masih diperuntukkan bagi motor transmisi manual, dongrak dinamis ini mampu menahan hingga 80 kg. “Nanti ke depannya akan ada penyesuaian-penyesuian lagi tentunya. Baik dari segi komponennya maupun kecepatan poros ulir,” tutupnya.

(sb/jpg/jek/JPR/hg)