Kurban, Harga Sapi Rata-Rata Naik Rp 1,1 Juta

harga sapi dari tahun ke tahun terus mengalami kenaikan dengan alasan harga bibit dan pakan juga ikut naik.

GORONTALO Hargo.co.id – Tak lama lagi umat muslim termasuk di Gorontalo akan merayakan hari raya Idul Adha atau hari raya kurban. Meski masih sekitar 3 pekan lagi, sejumlah pemilik ternak mulai panen rejeki karena banjir permintaan hewan kurban.

Dari informasi yang dirangkum Gorontalo Post, rata-rata hewan kurban, terutama ternak sapi, rata-rata mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan tahun lalu. Jika tahun lalu harga ternak sapi biasa dijual dengan harga mulai Rp 12,2 Juta, kini Rp 13 Juta hingga Rp 13,3 Juta per ekor. Sedangkan untuk sapi bali, harganya dijual mulai Rp 13,5 Juta hingga Rp 14,4 Juta per ekor. Harga tersebut naik jika dibandingkan tahun lalu yang hampir mencapai Rp 13 Juta per ekor.

Sandi Antula, salah seorang peternak Desa Tunggulo Kecamatan Limboto Barat sekaligus pedagang sapi ini mengaku jika rata-rata harga sapi naik dari Rp 1 Juta hingga Rp 1,2 Juta per ekor, tergantung dengan jenis dan berat sapi tersebut.

Alasan menaikkan harga sapi tersebut, kata Sandi, salah satunya karena harga pakan yang mulai naik. Selain itu, bibit sapi, apalagi sapi bali, juga rata-rata mengalami kenaikan, “Kalau dulu bibit sapi umur rata-rata 2 bulan bisa sampai Rp 650 Ribu per ekor. Sekarang pun sudah naik jadi Rp 750 Ribu hingga Rp 800 Ribu per ekor. Tapi belum bisa dipisah dengan induknya,” jelas Sandi.

Hal senada juga diungkapkan Fikri Netu, peternak sapi di Kelurahan Kayubulan Bawah, Limboto. Menurutnya, harga sapi tersebut rata-rata belum termasuk ongkos yang menjaganya. “Biasanya setelah dibeli, nanti akan diambil pemesannya sebelum hari raya. Biasanya, setelah dibeli, ada biaya perawatan sampai diambil.

Rata-rata Rp 250 Ribu per ekor. Tahun lalu hanya Rp 150 Ribu. Saya hanya ikut-ikutan,” kata Fikri. Ditambahkannya, memang rata-rata transaksi pembelian sapi untuk dijadikan hewan kurban sudah ramai saat ini. “Saya punya sudah 4 ekor dibeli, 3 ekor sapi biasa, 1 ekor sapi bali,” katanya.

Sementara itu, Soni salah seorang warga Hepuhulawa mengakui untuk membeli sapi kurban dengan sistem patungan rata-rata sudah naik. Kalau tahun sebelumnya rata-rata per orang dikumpul Rp 175 Ribu per bulan, kini paling rendah harus Rp 190 Ribu per bulan per 7 orang. “Jadi, kalau Rp 190 Ribu per orang, dikumpul selama 10 bulan kepada 7 anggota, makanya yang terkumpul Rp 13,3 Juta. Itu sudah bisa dapat sapi bali yang bagus,” pungkasnya.(axl/hg)