Lagi, Kecelakaan Tunggal Akibat Terobos Lampu Merah, Pemuda Tewas Ditempat

Ilustrasi

GORONTALO, hargo.co.id –  Kecelakaan maut terjadi di Jl.Nani Wartabone eks Jl Panjaitan, Kota Gorontalo, Ahad (16/7) dini hari.

Sepeda motor vega yang dikendarai Rizaluna Panso (21) warga Desa Huongo, Kecamatan Bulawa, Bonbol berboncengan dengan kerabatnya Arung Pulukadang (18) warga Oluhuta, Kecamatan Kabila Bone, Bonbol menghantam tiang tampu tepat di pembatas jalan simpang empat, kompleks AD Center, Kota Gorontalo.

Kecelakaan hebat itu membuat Rizaluna Panso tewas seketika, sementara Arung kini dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Aloe Saboe (RSAS) Kota Gorontalo.

Peristiwa nahas ini terjadi, saat sepeda motor vega hitam tanpa plat nomor yang dikendarai kedua korban melaju dari arah bundaran Saronde menuju gerbang kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Diduga saat itu mereka balapan dengan sepeda motor lainya.

“Laju skali dorang baku dusu. Satu lolos satu tabrak tiang,”ujar warga saat di-TKP malam itu. Saat melintas di simpang empat AD Center, mereka tidak memperdulikan trafigh light yang menyala merah.

Kedua sepeda motor itu terus memacu lanju kendaraan mereka. Dari arah jalan lainya, atau dari arah SMA Prasetya, Kota Gorontalo menuju Jl. Gelatik, muncul Bentor DM 2034 AY yang dikendarai Yusran Umar, warga Heledulaa, Kota Gorontalo. Saat melintas di simpang empat AD Center, saat itu pula melintas dua sepeda motor yang sedang balapan.

“Yang satu terus, tapi yang di belakang tabrak saya pe bentor, padahal saat itu lampu merah,”kata Yusran kepada Gorontalo Post.

Motor yang menabrak adalah yang dikendarai Rizaluna Panso. Bentor Yusran terpenal, sementara sepeda motor yang dikendarai Rizaluna kembali menghantam tiang lampu jalan. Rizaluna terpental di aspal tak jauh dari sepeda motornya, sementara Arung terpental sekira 8 meter dari lokasi tabrakan.

Kondisi motor ringsek berat, knalpotnya bahkan terlempar jauh. Korban baik Rizaluna dan Arung bersimbah darah di aspal, dalam kondisi itu Rizaluna tak lagi bergerak dan kaku, diduga sudah dalam kondisi tewas.

Sementara Arung masih sesekali bergerak kendati darah segar keluar dari kepalanya. Kecelakaan hebat ini seketika membuat warga sekitar gempar, apalagi menurut warga, saat terjadi tabrakan terdengar suara benturan yang sangat kencang.

Ketua Hanura Gorontalo Adhan Dambea yang berada di lokasi kejadian, mengarahkan ambulance milik hanura yang terparkir di AD Center untuk mengangkut kedua korban ke RSAS.

“Ini yang seharusnya jadi perhatian polisi, malam kamis dan malam minggu itu sering ada balap liar. Saya harap polisi tidak bosan-bosan patroli dan menindak,”ujar Adhan Dambea.

Anggota jaga unit laka lantas Polres Gorontalo Kota Bripka Ibrahimn membenarkan adanya kejadian nahas tersebut. Keuda barang bukti (babuk) seperti bentor dan sepeda motor vega telah diamankan. (tro/tr-54/hargo)