Listrik Padam, Program SIAT UNG ‘Heng’

Mahasiswa UNG yang ingin membayar SPP menumpuk di BRI Kanca Gorontalo. Antrian panjang berjam-jam terjadi gara-gara server down, Senin, (22/1). (FOTO : Ahmad Laiya/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Dampak pemadaman listrik yang tak menentu (Mati Manyala) di Gorontalo makin meluas.

Setelah setumpuk masalah di kantor pemerintahan dan kerugian usaha masyarkat, pemadaman tak menentu kini membuat program SIAT Univeristas Negeri Gorontalo (UNG) ‘heng’.

Scrip program terphapus hingga tak bisa membaca data kemahasiswaan. Problem ini makin terasa saat musim pembayaran SPP.

Masih cukup banyak mahasiswa yang belum membayar SPP gara-gara sulit mengimput data di server. Akibatnya proses pembayaran SPP di UNG yang sejatinya berakhir tanggal (22/1), diperpanjang pihak kampus hingga server kembali Normal.

Senin, (25/1), proses pembayaran SPP di BRI Cabang Gorontalo dan beberapa unit lainnya.

Antrian mahasiswa untuk membayar SPP cukup panjang. Bahkan mereka harus rela berpanas-panasan diluar bank.

Mona Pratiwi salah seorang mahasiswa mengatakan, antrian panjang membayar SPP dikarenakan sistim SIAT UNG yang servernya lagi down.

“Dari kampus katanya server down, tapi saya tetap menunggu disini (BRI). Siapa tahu bisa kembali normal. Saya takut apabila terlambat membayar SPP akan terhitung cuti,” ungkapnya.

Kepala UPT TIK UNG, Sukarman ketika dikonfirmasi menjelaskan, permasalahan SIAT UNG yang sistimnya sedang down masih tak lain diakibatkkan listrik sering padam.

“Secara sistim masih ada yang terus dijajaki kira-kira dari mana sumber permasalahannya karena ini kompleks diserver itu tidak berdiri sendiri, jadi sekarang antara programer dan jaringan sedang mencari dimana permsalahannya. Ini bukan pekerjaan yang mudah,” terangnya.

Lebih lanjut disampaikan Sukarman, sistim yang down ini sangat berpengaruh terhadap pembayaran SPP mahasiswa. Sebab, saat membayar SPP di BANK mahasiswa akan diminta kartu Mahasiswa.

“Saat pengimputan data ke Server. Misalnya diketik NIM sistim tak bisa membaca dan tak muncul namanya serta besaran biaya SPP. Persoalannya disitu,” katanya.

Hanya saja, kata Sukarman, karena lambannya pembayaran SPP karena faktor sistem, maka mahasiswa tak perlu takut terlambat membayar SPP. Pihaknya telah memberikan ruang waktu kepada mahasiswa hingga batas waktu server kembali normal. (tr-28/hargo)

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →