Majelis 32 Menggali Kembali Budaya Gorontalo, Termasuk Sejarah Danau Limboto

Pertemuan Hinca Panjaitan bersama Direktur Utama Gorontalo Post Grup di Graha Pena Gorontalo, kemarin (29/), (foto Jalal Khan/Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO- Sebagai salah satu dari 19 daerah adat, Gorontalo merupakan daerah yang saat eksotik.

Selain alamnya yang indah, Gorontalo juga memiliki kebudayaan yang unik dan karakteristik. Keunikan tersebut seyogiyanya dijaga serta diwariskan turun temurun sebagai kekayaan daerah.

[Baca: Pertama di Dunia, Gorontalo akan Ada Masjid Bawah Laut]

Namun, perkembangan zaman dan modernisasi saat ini kian menggerus eksistensi kebudayaan di daerah ini. Tidak hanya tradisi dan adat istidat, ornamen maupun benda-benda warisan budaya banyak memudar dan hilang.

Salah satunya Danau Limboto yang memiliki keterkaitan erat dan nilai budaya tinggi dalam kebudayaan Gorontalo.

Keberadaan Danau Limboto tidak hanya sekadar tempat berkumpulnya air dari 23 anak sungai. Lebih dari itu Danau Limboto merupakan tonggak dan pilar dua kerajaan besar Gorontalo. Yaitu Limutu dan Hulonthalangi. Bahkan Danau Limboto merupakan icon perdamaian dua kerajaan Limutu dan Hulonthalangi.

Kian memudarnya warisan budaya Gorontalo, termasuk di dalamnya keberadaan Danau Limboto, mengundang keprihatinan majelis 32. Sebuah lembaga yang konsen terhadap upaya memajukan kebudayaan daerah.

About Admin Arifuddin

Senang menulis dengan nuansa kesederhanaan

View all posts by Admin Arifuddin →