Makin Parah! Ini Serangkaian Akibat Cuaca Buruk di Gorontalo

Kiri - Pohon tumbang menimpa mobil warga di Kelurahan Wongkaditi, Kota Gorontalo, Rabu (14/6). Kanan - Longsoran Batu di Jl. Trans Sulawesi di Kelurahan Leato, Kota Gorontalo

GORONTALO Hargo.co.id – Cuaca buruk terus melanda Gorontalo dalam beberapa hari terakhir. Prakiraan cuaca dari Badan Metereologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG) Gorontalo, juga menyebut curah hujan masih akan terus mengguyur daerah ini. Rabu (14/6) kemarin, sebatang pohon kapuk menimpa rumah milik Plt Kepala Desa Rumbia, Kecamatan Botumoito, Kabupaten Boalemo, Yeri Otoluwa.

Akibat peristiwa itu, dua warga penguhuni rumah masing-masing Ratna Otoluwa dan Pou mengalami luika dan harus mendapat perawatan medis Rumah Sakit Tani dan Nelayan (RSTN) Tilamuta. Busura Otoluwa (57) orang tua dari Kades Rumbia Yeri Otoluwa mengatakan, cura hujan yang mengguyur sejak subuh memang membuat pohon kapuk dekat rumah mereka itu menjadi lapuk.

Sekira pukul 10.00 wita, peristiwa nahas itu terjadi. Ia melihat secara langsung pohon dengan diameter cukup besar itu tumbang perlahan-lahan. “Saat itu saya sedang membersihkan genangan air di seputaran rumah, tiba-tiba pohon roboh,”katanya kemarin.

Sekejap, pohon itu tumbang dan menimpa bagian dapur rumahnya. “Saat itu saya langsung berteriak karena anak-anak sedang memasak persiapan buka puasa bersama di Masjid,”katanya. Hanya saja upaya memberitahukan pohon tumbang itu sia-sia. Pohon kapuk besar itu bahkan menyeret 6 pohon kelapa dan 2 pohon enaw disekelilingnya dan secara bersamaan menimpa rumah.

Seiring robohnya sejumlah pohon menimpa rumahnya itu, Busura Otolowu lantas masuk rumah lewat pintu samping dengan niat menyelamatkan anak-anak dan cucunya. Hingga ia pun nyaris tertimpa ranting pohon. “Pas saya masuk, anak saya Ratna Otoluwa saat itu sedang memasak di

dapur sudah dalam kondisi terbaring di lantai tertimbun ranting pohon. Sedangkan Pou kemanakan saya berdiri disamping beton dinding dengan kondisi luka bagian kepala. Untung saja, beton dapur tidak sampai roboh total. Kalau tidak, nyawa mereka mungkin tidak terselamatkan,”urai Busura dengan wajah pucat.

Sementara itu, para warga dibantu Tagana Kabupaten Boalemo ikut membantu menyingkirkan pohon dan mengevakuasi penghuni rumah yang jadi korban. Akibat robohnya sejumlah pohon tersebut, rumah milik orang tua Plt Kades Rumbia rusak parah. Bagian atap rata dengan tanah. Begitu pula bagian dinding ruangan dapur, ruang makan hingga kamar mandi ikut roboh. Sementara peralatan rumah dan dapur mengalami rusak. Ditaksir kerugian bencana ini mencapai Rp 30 juta.

Sementara itu, dampak curah hujan tinggi di Kabupaten Boalemo, rabu (13/6) juga menyebabkan bencana banjir bandang di Desa Potanga dan Desa Patoameme Kecamatan Botumoto. Ketinggian air bahkan mencapai 80 Cm. Selain itu, Jalan Trans Sulawesi di dua desa ini juga tersendat gara-gara jalan tergenang air.

Kondisi ini diakibatkan saluran sungai tidak mampu menampung debit air. “Luapan ini sudah banyak kali terjadi sampai menghambat para pengendara. Sekalipun hujannya tak deras. Ini lantaran drainase tak layak menampung air kiriman dari ketinggian gunung,” ucap warga sekitar turut membantu akses kenderaan melintas. Akses jalan baru bisa dilintasi setelah sejumlah petugas BPBD dan TNI membersihkan saluran tersendat.

Di Kota Gorontalo, sebuah mobil Toyota Agya remuk setelah tertimpa pohon saat melintas di Jl KH Adam Zakaria, Kelurahan Wongkaditi Barat, Kota Gorontalo, (14/6) pagi sekira pukul 7.00 wita. Mobil Agya putih yang dikendarai Yopin Latif, warga Bongohulawa, Kecamatan Tilongkabila itu tak bisa menghindar saat pohon tumbang. Beruntung tidak ada korban jiwa.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, saat berada di dekat pohon pelindung itu, Agya DM 1527 EA berpapasan dengan sebuah truk BE 9442 CW yang dikendarai Wisno Tamaun (39) warga Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat. Ketika itu, body mobil truck tersangkut di ranting pohon besar jenis trambesi. Saat itulah pohon tersebut roboh langsung menimpa mobil Agya. Mobil truck saat itu tidak bisa melanjutkan perjalan karena dengan posisi atap mobil tersangkut ranting pohon.

1 KOMENTAR

Comments are closed.