Malam Ini, Akses ke Jalan Nani Wartabone Ditutup

Ilustrasi foto: dok. Gorontalo Post

GORONTALO, Hargo.co.id – Jika tak ada aral melintang, akses ke jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo, akan ditutup mulai malam ini, Jumat (24/11), menyusul persiapan pelaksanaan kegiatan Gorontalo Karnaval Karawo 2017.

“Jadi sesuai hasil rapat, rute yang akan dilalui peserta Karnaval Karawo akan ditutup mulai besok malam (malam ini,red) karena panitia sudah akan melakukan berbagai persiapan,” ungkap Kapolres Gorontalo Kota, AKBP Yan Budi Jaya SIK, melalui Kasat Lantas, AKP Ronny Barli Ibrahim SIK, kepada Gorontalo Post, kemarin, Kamis (23/11).

Grasfis

Adapun rute Karnaval Karawo 2017 mengambil start di depan Rumah Dinas Gubernur Gorontalo menuju jalan Nani Wartabone dan finish di depan kantor Bank Indonesia perwakilan Gorontalo. Olehnya, sejumlah akses menuju jalan Nani Wartabone akan ditutup dan direkayasa atau akan dilakukan pengalihan arus.

“Kecuali akses menuju Rumah Sakit Siti Khadijah dari bundaran Saronde, itu akan tetap dibuka. Tapi hanya khusus mereka yang akan ke Rumah Sakit. Selain itu, tidak diperbolehkan,” tambah Ronny.

Dalam Karnaval Karawo 2017 ini tidak hanya menampilkan pakaian desain sulaman karawo yang telah ditampilkan pada acara Couture New York Fashion Week, di New York, Amerika Serikat, September 2017 silam, tapi juga akan turut diikuti oleh sejumlah peserta dari beberapa daerah yang rutin menggelar karnaval.

Selain itu, terdapat juga atraksi Kolone Senapan oleh Polwan Polda Gorontalo hingga Maskot Karnaval Karawo oleh Putri Pariwisata Indonesia 2017. Pada Karnaval Karawo 2017 ini juga terdapat sedikitnya 6 panggung pada sepanjang rute karnaval.

Sebelumnya, Karnaval Karawo 2017 ke II ini merupakan kegiatan rutin Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Pariwisata dan bekerja sama dengan Bank Indonesia perwakilan Gorontalo dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Gorontalo. Adapun tema kegiatan kali ini “Karnaval Karawo 2017 Mendukung Pariwisata Dunia”.

Plt Kadis Pariwisata, Resma Kabakoran, yang sudah digantikan oleh Nancy Lahay sebagai Kadis definitif, mengatakan, bahwa tujuan kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian pengrajin sulaman karawo, sekaligus untuk menarik perhatian wisatawan.

Dengan adanya karnaval ini mempertegas bahwa pariwisata merupakan salah satu leading sector dalam upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat dan mendukung Program Prioritas Nasional di bidang Pariwisata untuk pencapaian target kunjungan, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.(axl/hargo)