Maraknya Jerigen, Pertamina Akan Investigasi SPBU Talumolo

Pengisian BBM jenis premium kepada pengecer di SPBU Talumolo, kemarin, Rabu (19/4).

 

Hargo.co.id GORONTALO – Meski pihak Pertamina sudah melarang menjual bahan bakar minyak (BBM) kepada pengecer, namun ini tidak membuat SPBU serta merta menurutinya.

Sebelumnya, pihak Pertamina Gorontalo telah mengeluarkan edaran bahwa SPBU akan mendapatkan sanksi ketika melayani pengecer BBM, apalagi dalam jumlah besar.

Seperti pantauan Gorontalo Post di SPBU Talumolo, Kecamatan Dumbo raya, Kota Gorontalo. Kemarin, Rabu (19/4), masih terlihat ada banyak sekali antrian jirigen untuk mengisi BBM jenis premium.

Bahkan, beberapa diantaranya sempat membawa jirigen berukuran besar lebih dari 2 buah. Hal ini tentunya membuat stok premium di SPBU akan berkurang sementara BBM jenis ini yang paling banyak digunakan oleh pengemudi bentor hingga angkot.

Alasannya sederhana, BBM jenis premium lebih ekonomis jika dibandingkan dengan BBM lainnya, semisal Pertamax atau Pertalite.

Yang paling ironis, akibat pengisian jirigen tersebut antrian di SPBU menjadi lama dan mengular.

Salah satu warga, Rahmat (40) mengeluhkan keaadaan ini. Dia mengatakan, SPBU melayani pengisian jirigen ini hanya memperlambat aktivitas mereka.

“Ini jirigen bikin lama ketika di SPBU, karena bukan hanya satu jirigen yang di isi, kami lihat bahkan ada 3 sampai 4 jirigen besar yang di isi. Jadi itu yang membuat kita lama. Selain itu bikin premium cepat habis,” kata Rahmat, salah seorang abang bentor.

Terpisah, ketika dimintai keterangan, Sales Executive Retail VII Gorontalo, Dimas Mulyo Widyo Saputro, mengatakan, pihaknya sudah melarang SPBU untuk melayani pengecer BBM, terutama dalam jumlah besar.

“Yang jelas ini dilarang, kecuali memang ada nelayan yang mengisi BBM, mereka biasanya punya izin,” ungkap Dimas.

Dia menambahkan, adanya pengisian jirigen di SPBU Talumolo, pihaknya akan melakukan investigasi lebih lanjut.

“Kami akan tinjau kembali dan akan turun lapangan. Kalau terbukti SPBU melayani pengecer, kami akan beri sanksi tegas,” tegasnya.(TR-53/hargo)