Marten-Budi Pamer Kemesraan

WALIKOTA dan Wakil Walikota Marten Taha-Budi Doku tampak akrab dan mesra saat menumpangi bentor bersama menuju ke rumah duka Almarhum Yanto Abbas, Senin (13/11).

Hargo.co.id GORONTALO – Lama tak tampil bersama. Duet Marten Taha-Budi Doku (MADU) kembali menarik perhatian publik Kota Gorontalo. Saat melayat ke almarhum desainer karawo Yanto Abbas di Kelurahan Limba, Kota Selatan Kota Gorontalo, Marten Taha-Budi Doku tampil bersama, Senin (13/11). Menariknya, pasangan pemenang Pilwako 2008 itu memamerkan kemesraan.

Kemesraan itu tampil ketika keduanya naik becak motor (bentor) bersama menuju kediaman almarhum Yanto Abbas. Dalam perjalanan, keduanya pun tampak akrab. Bahkan, beberapa kali keduanya saling becanda dan melemparkan senyum serta sapaan kepada masyarakat yang berdiri di pinggir jalan.

Kemesraan yang ditampilkan Marten Taha dan Budi Doku langsung menuai respon publik. Sinyal keduanya bakal rujuk dan kembali berpasangan pada Pilwako menguat lagi. Bahkan tak sedikit yang merespon agar keduanya tampil untuk periode berikutnya.

“MADU jilid II masih layak dan cocok untuk periode kedua,” ungkap Umar Hidayat warga Kota Selatan, Kota Gorontalo.
Marten Taha yang ditemui Gorontalo Post mengaku, selama perjalanan di bentor dirinya dan Budi Doku banyak membicarakan mengenai pembangunan Kota Gorontalo.

“Tak ada soal politik. Saya dan Pak Budi masih menjabat sebagai Walikota dan Wakil Walikota, sehingga tadi kami berdua banyak bicara soal program dan pembangunan Kota Gorontalo,” kata Marten Taha.

Lebih lanjut Marten Taha menegaskan, hubungannya bersama Wakil Walikota Budi Doku baik-baik saja dan tak ada masalah. Hanya saja, masyarakat berpandangan kedua tidak harmonis dalam menjalankan roda pemerintahan.

“Kami sama pak Budi tak pernah ada masalah. Kita selalu menjalankan tugas sama-sama. Bahkan dalam waktu yang bertepatan kita selalu bersama. Hanya pandangan orang itu hubungan kami tidak harmonis. Padahal kalau di lihat secara dekat, seperti yang kami lakukan pagi tadi (kemarin),” kata Marten Taha kepada Gorontalo.

Terkait dengan wacana rujuknya MADU jilid II, Marten belum mau berspekulasi begitu jauh. Marten melihat instensitas Budi dan Adhan untuk membangun komitmen pasangan menjadi hal yang sulit untuk diputuskan keberlanjutan Madu jilid II.

“Beliau (Budi) sudah dengan pak Adhan. Saya sendiri belum tahu bagaimana selanjutnya. Kan sudah jauh juga. Kalau saya sih?,” singkat Marten memberikan rasa penasaran kepada Gorontalo Post.

Marten masih belum mau membicarakan lebih jauh siapa sosok pendampingnya. Sebab masih banyak tugas yang harus ia selesaikan hingga akhir tahun mendatang. “Nanti saya tetap sampaikan siapa wakil saya. Saat ini saya mau kerja dulu. Toh waktunya masih ada beberapa pekan lagi,” sambung mantan ketua DPRD Provinsi Gorontalo itu.

Sementara Budi Doku yang sempat diwawancarai beberapa hari kemarin mengungkapkan bahwa ia bersama Adhan sudah membangun jaringan yang kuat. Bahkan partai-partai yang memiliki kursi di DPRD kota Gorontalo menyatakan siap untuk berkoalisi. Beberapa diantaranya sudah menyerahkan rekomendasi untuk pasangan AD-CBD.

“Sudah sangat sulit. Yang jelas kini saya sama-sama pak AD intens untuk melakukan sosialisasi,” terangnya.
“Berbicara soal hubungan dengan pak Marten? Allhamdulillah baik sampai hari ini. Buktinya foto- beliau masih saya pampang rapi di ruang kerja saya,” tandas Budi beberapa waktu lalu.(ndi/hg)