Masuk Hutan dan Butuh Waktu 3 Jam BNN Mendapati Landang Ganja Ini

Kasubdit Narkotika Alami BNN Kombes Pol Ghiri Prawijaya (kiri) membakar tanaman ganja di kawasan Gunung Seulawah Agam, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Senin (18/4).

Hargo.co.id – Tim gabungan yang dipimpin Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali memberantas ladang ganja di kawasan Nangroe Aceh Darussalam (NAD). Kali ini berada di dua titik.

Semuanya berada di ladang ganja kawasan Gunung Seulawah Agam, Kecamatan Seulimeum, Kabupaten Aceh Besar, Senin, (18/4).

Titik ladang ganja pertama seluas 2 hektare dan titik kedua seluas 5 hekare lebih. Sebelum melakukan pemberantasan ganja, BNN terlebih dulu melakukan koordinasi dengan LAPAN (Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional).

“Kita beri titik kordinat, kemudian pihak LAPAN menginformasikan ladang ganja (kedua, Red) seluas lima ha,” ujar Kasubdit Narkotika Alami BNN Kombes Pol Ghiri Prawijaya yang memimpin operasi gabungan dengan melibatkan TNI dan Polri.

Menurut Ghiri, LAPAN dan perangkat GPS (Global Position System) menggunakan foto udara melalui satelit. “Dan itu tidak menghitung bentang kemiringan (medan di lapangan, Red). Jadi jika dilihat dilapangan bisa lebih dari lima ha. Kelebihannya itu bisa mencapai 20-30 persen,” katanya.

Pesan yang disampaikan dalam pemberantasan ini, lanjut Ghiri, bahwa ganja itu dilarang di Republik Indonesia. Sementara itu, untuk mencapai lokasi kedua ladang ganja tersebut diperlukan waktu sekitar tiga jam menembus hutan dan mendaki gunung dengan kemiringan sekitar 30-45 derajat. (hargo/JPG)