Melakukan Perlawanan, Eksekusi Rumah di Padengo Ricuh

RICUH - Detik-detik eksekusi rumah milik Kahermanto Lasongoli di Kelurahan Padengo, Kabila, Bonbol yang mendapat perlawanan dari para penghuni rumah. PN Gorontalo mengabulkan eksekusi dari pemohon Jansen Laude setelah memenangkan lelang rumah dan lahan tersebut. (F. Anas/GP)

KABILA Hargo.co.id-  Eksekusi rumah dan lahan di desa Kelurahan Padengo, Kecamatan Kabila, berlangsung ricuh, kemarin, Rabu (19/4). Pemilik rumah, Kahermanto Lasongoli (40) enggan untuk meninggalkan rumah dan melawan aparat.

“Sesuai keputusan Pengadilan Negeri Gorontalo bahwa mengabulkan permohonan pihak pemohon atas nama Jansen Laude untuk mengeksekusi rumah dan lahan di kelurahan Padengo Kecamatan Kabila, milik termohon atas nama Kahermanto Lasongoli,” ungkap Erman Lumbato selaku juru sita PN Gorontalo, kemarin.

Informasi yang dirangkum Gorontalo Post, sebelumnya pada tahun 2015, Kahermanto menjaminkan rumah orang tuanya kepada pihak Bank Mega Syariah untuk mendapatkan kredit. Namun seiring perjalannya, angsuran kredit yang sudah ditentukan oleh kedua belah pihak pun macet.

Sehingga singkat cerita, pihak bank pun mendaftarkan rumah tersebut ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Gorontalo. Setelah diumumkan, Jansen Laude pun memenangkan lelang rumah yang terletak di jalan trans Nani Wartabone, Kabila itu.

Namun saat ingin ditempati, masih ada pemilik rumah yang tinggal di rumah tersebut sehingga Jansen meminta bantuan hukum melalui PN Gorontalo untuk melakukan eksekusi.

Pantauan Gorontalo Post pada eksekusi, kemarin, sempat diwarnai keributan antara pihak eksekutor yakni PN Gorontalo yang dibantu aparat Polres Bone Bolango dan pihak tergugat, utamanya adalah ahli warisnya.

Kahermanto yang saat itu ingin menghadang eksekusi meminta agar eksekusi ditunda karena pihaknya masih melakukan upaya gugatan ke pihak pemenang lelang melalui PN Gorontalo.Namun upaya gugatan itu, menurut Erman Lumbato selaku juru sita, tidak menggugurkan eksekusi berdasarkan putusan PN Gorontalo.

Kahermanto bersama keluarga pun melakukan perlawanan kepada para petugas dan sempat terjadi kericuhan. Mereka bersikeras tidak ingin minggat dari rumah tersebut karena beberapa ahli waris lainnya mengaku masih memiliki hak.

Polisi, yang juga dipimpin Wakapolres Bonbol, Kompol Anib Bastian, pun berhasil mengamankan serta mengeluarkan paksa pihak tergugat dari dalam rumah dan mengeluarkan harta benda di dalamnya hingga melakukan penyegelan.

Dikonfirmasi Gorontalo Post, pihak tergugat masih enggan memberikan keterangan namun masih akan melakukan upaya hukum lainnya. Saat ini, Kahermanto bersama penghuni rumah lainnya tinggal di rumah kerabat yang juga tak jauh dari rumah tersebut sembari menunggu langkah selanjutnya.(tr-54/hargo)