Menanti Kebanggaan Capaska 

hargo.co.id – Siapa sih yang gak pengin jadi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka)? Nah beberapa hari lagi, Zetizen bakalan melihat penampilan para Paskibraka tingkat Nasional, tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota pada pelaksanaan upacara bendera pada detik-detik Proklamasi 17 Agustus mendatang.

Nah, berbicara soal pengalaman menjadi Paskibra. Krew Zetizen, Senin (14/8) kemarin mewawancarai para Calon Paskibraka (Capaska) tingkat provinsi Gorontalo yang nantinya bakalan bertugas pada HUT Proklamasi di Rumah Dinas Gubernur. Rupanya menjadi Capaska punya suka dukanya lho. Dalam latihan, para Capaska didik ala sistem militer. Dari ratusan calon Paskibra yang diseleksi ditahun ini hanya ada 32 Capaska yang dilatih. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang Capaskanya berjumlah 60 siswa-siswi terbaik se Provinsi Gorontalo yang dipisahkan dalam dua regu (upacara penaikan-penurunan).
Namun hal itu tak mengurangi kualitas dari pelaksanaan upacara 17 Agustus mendatang. “Tahun ini hanya ada satu regu yang jumlahnya 32 Capaska. Meski hanya satu regu, kelompok delapan tetap dibagi menjadi regu merah dan regu putih yang nantinya akan ditentukan siapa yang akan bertugas di pagi dan sore hari,” ucap Yusdin Nuwa pembina Paskibra tingkat Provinsi.

“Pengurangan ini disebabkan adanya pemangkasan anggaran. Adanya peralihan guru-guru dari SMA ke SMK. Mau tidak mau mereka harus siap dan dua kali lipat lebih semangat,” terang sambung Pembina yang juga kepala seksi Pemuda di Dinas pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) Provinsi Gorontalo itu.

 

So dengan gladi kotor yang sudah dilakukan kemarin, tentunya persiapan mereka sudah semakin matang ya Zetizen, mengingat hari dimana mereka akan bertugas sudah semakin dekat.

“Sejauh ini antusias dari siswa siswi dalam menjalani latihan terlihat sangat baik. Sehingga saya berharap mereka dapat mempertahankan antusias tersebut hingga 17 Agustus nanti.” ujar Rinto Singe, Pelatih Perwakilan dari Polri.

Nah, dalam menjalani latihan Paskibra tersebut tentu ada suka duka yang dirasakan. So, yuk simak seperti apa sih suka duka para Zetizen Calon Pasukan Pengibar selama menjalani pendidikan dan pembinaan! (ZT 06/08/hargo)

 

Anasya Syaqina Nahu
SMAN 1 Tilamuta Posisi Pembawa Baki

Lebih Banyak Sukanya 

Menjadi seorang calon pengibar sangat membanggakan untuk saya dan tetntunya lebih banyak sukanya. Disini saya bisa belajar mandiri. Juga bisa ketemu banyak teman baru dari berbagai sekolah. Dan intinya adalah bisa belajar untuk menyesuaikan diri bersama kelaurga baru dengan kehidupan baru di karantina sebagai tempat pembinaan dalam mempersiapkan mental dan fisik menuju hari pengibaran tiba. (ZT-06)

 

 

Junus B. Hafid
DANPOK 8 SMAN 3 Gorontalo

Bangga Jadi Pasikbra

Mempersiapkan diri untuk ikut pasikbra setelah mendengar bakal ada penyeleksian tingkat provinsi akhirnya saya ikut tahap seleksi, dari tingkat sekolah sampai tingkat provinsi dan saya berhasil. Termasuk dalam bagian dari pasukan pengibar, tentunya jadi kebanggan tersendiri juga sekolah dan keluarga. (zt-07)

 

 

 

Imam Wahyudi Nasir
DANPOK 8 SMAN 1 TELAGA

Siap Jalankan Tugas Negara 

Keinginan yang kuat dengan banyak berlatih dari kaka purna pasikbara, dan hal ini jadi motivasi saya bersama teman-teman untuk giat berlatih sampai kami ikut tahap seleksi dari tingkat kota dan alhamdulilah bisa lolos sampai provinsi. Mengingat ini bagian dari tugas negara jadi saya bangga dan siap mengibarkan bendera sang saka merah putih.(zt-07)