Mencoba Mandiri, Jajakan Kardus Alas Penumpang Kapal

Sejumlah anak di kawasan Pelabuhan Gorontalo tengah menjajakan kardus untuk alas penampung kapal kepada salah satu penumpang kapal penyebarangan Baronang dan Tuna. (FOTO : Jalal/GP/hargo)

Kehidupan Malam Anak di Kawasan Pelabuhan Gorontalo

Di Tengah dinginnya malam, Kifli (8) bersama sejumlah rekannya sibuk menawarkan kardus untuk sejumlah penumpang kapal Baronang dan Tuna, akhir pekan kemarin. Kadus itu sudah dibuat khusus. Gunanya sebagai alas bagi penumpang yang tak kebagian tempat di kapal. Bagi sebagian anak se usia Kifli mungkin telah pulas tertidur dalam buaian orang tua, tapi bagi Kifli malam adalah waktu baginya untuk melatih kemandian hidupnya

Hargo.co.id Jarum jam menunjukan pukul 20.00 WITA, suasana di Pelabuhan Penyebarangan Baronang dan Tuna di Kelurahan Leato, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo ramai dengan para penumpang kapal yang mulai berdatangan.

Sesekali hempasan ombak terdengar diantara keriuhan akivitas di dermaga malam itu. Tepat di pintu gerbang Dermaga, terlihat gerombolan anak tengah menentang sebuah kardus besar yang sudah dilipat berbentuk persegi panjang.

Acap kali ada yang lewat, mereka menawari mereka kardus tersebut. Harga per Kardus Rp 5 Ribu rupiah.

Begitulah cara Kifli dan sejumlah anak lainnya untuk memperoleh uang di Pelabuhan. Namun Kifli dan rekan-rekannya itu bukan sebagai pemilik kardus yang dijualnya mereka tersebut.

Melainkan milik warga sekitar, mereka hanya menjajakannya dengan harapan mendapat upah dari setiap kardus yang laris terjual.

Kardus tersebut rupanya cukup banyak peminatnya. Karena itu, anak-anak membawa kardus sampai 4 buah.