Mencurigakan! Laporan 2 Korban Saiful Jamil Dinilai Janggal

Korban Bang Ipul yang Ketiga Inisial M, Saat melapor ke Polres Jakarta Utara, Senin (29/2). Foto: Fedrik/Jawa Pos/JPNN.com

Hargo.co.id JAKARTA Anggota tim kuasa hukum pedangdut Saipul Jamil, Roland Hutabarat, menganggap aneh laporan MD, 21, yang diduga menjadi korban Saipul. Sebab, kasus sudah lama terjadi, tapi baru dilaporkan setelah kasus pelecehan terhadap DS mencuat.

MD mengaku menjadi korban pelecehan Saipul Jamil pada Oktober 2015 dan melaporkan kasus tersebut ke Polres Metro Jakarta Utara pada Senin (29/2). Menurut Roland, berdasar KUHP, pengaduan itu memiliki masa berlaku, yakni enam bulan. ”Berarti kan sudah tidak masuk lagi di kualifikasi tindak kejahatan,” ucapnya di Mapolsek Kelapa Gading.

Dia juga menilai janggal rencana visum yang akan dijalani korban lainnya berinisial AW. Korban baru menjalani visum setelah kasus terkait Saipul. ”Pertanyaan saya, kalau sudah dua tahun yang lalu, apa masih ada bekas luka yang bisa diklaim.

Katanya visum hari ini, padahal peristiwanya dua tahun yang lalu. Apa juga yang mau divisum? Kalau dua tahun yang lalu saya rasa sudah lupa, apa yang mau diperiksa lagi?” tegasnya.

Sementara itu, Saipul kemarin dilarikan ke Rumah Sakit Mitra Keluarga Kelapa Gading karena asam lambungnya naik. Namun, mantan suami Dewi Perssik tersebut tak sempat dirawat lantaran tidak mendapat izin dari penyidik Polsek Kelapa Gading. ”Iya, Senin sore (29/2) Ipul sempat dibawa ke rumah sakit, tapi malamnya sudah balik ke kantor polisi. Sekarang kondisinya sudah mendingan,” jelas Roland.

Selain itu, pihaknya bakal melaporkan orang yang telah mengunggah video saat Saipul diperiksa penyidik di Mapolsek Kelapa Gading Kamis (18/2). Sebab, Saipul merasa nama baiknya tercemar atas beredarnya video tersebut. ”Kami akan mengejar siapa peng-upload di YouTube itu. Kami akan lapor karena pencemaran nama baik,” ujarnya.

Pihak Saipul, lanjut Roland, meragukan keaslian video yang telah tersebar di dunia maya tersebut. Dia menduga, ada niat yang tidak baik dari si pengunggah video. ”Kalau video itu memang asli, kenapa dari belakang sorotnya? Kami ragukan keasliannya karena kami lihat ada iktikad tidak baik orang yang mengambil video itu dari belakang. Isi bunyinya juga kami ragukan,” tegasnya.

(gum/nug/c10/agm/hargo)