Mengajar Anak Pedalaman, Tiap Teaching Punya Tantangan Sendiri

Sebelum diberikan Tas Baru, adik adik di SDN 6 Anggrek diberikan Motivasi supaya rajin belajar dan tetap semangat ke sekolah serta bisa mengejar Cita-cita.

Hargo.co.id ZETIZEN,GP – Traveling And Teaching merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh 1000 Guru Gorontalo setiap bulannya. Eits, tapi di Traveling and Teaching ke #8 kali ini ada yang berbeda lho Zetizen.Yup, TNT yang dilaksanakan di Gorontalo Utara tepatnya di Dusun Botongo itu dilaksanakan 1000 Guru Gorontalo dan berkolaborasi dengan Nusawarna, sebuah komunitas yang juga peduli terhadap pendidikan pedalaman.

Traveling and Teaching (TnT) tanpa rintangan rasanya “bagai sayur tanpa garam”, kurang greget. Seperti yang telah dialami oleh para volunteer TnT #8 di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo. Mulai dari hujan deras, tingginya gelombang laut, sampai dengan pasang surut air laut harus dihadapi. TnT #8 diikuti oleh para volunteer sebanyak 61 orang termasuk Volunteer medis yang berperan dalam kegiatan pengobatan gratis. Kegiatan TnT #8 diawali dengan teaching di pulau terpencil, lebih tepatnya di Pulau Dudepo, sekitar tiga jam dari Kota Gorontalo.

Kondisi pinggir pantai penuh lumpur yang harus dilalui volunteer menuju SDN 8 Anggrek dusun Makassar tidak menghalangi niat volunter untuk berbagi.

Kegiatan yang berlangsung sejak 22 September sampai dengan 24 September tersebut diadakan di tiga sekolah terpisah yang ada di tiga dusun sekaligus lho Zetizen, yaitu di SDN 6 (Dusun Makassar), SDN 8 (Dusun Upo) dan SDN 15 (Dusun Botongo).

“Alasan kami memilih lokasi TNT ke 8 kali ini adalah karena lokasinya terpencil dan sulit ditempuh, yakni harus menggunakan kapal atau berjalan kaki selama satu jam melewati genangan lumpur, serta guru yang tidak datang mengajar setiap hari. Sehingga kegiatan dilakukan di tiga SD tersebut untuk memotivasi adik-adik agar terus melanjutkan pendidikan & mencapai cita-cita.” ujar Milan Amrullah, ketua regional 1000 Guru Gorontalo.

Antusias warga untuk melakukukan pemeriksaan Kesehatan Gratis ke kakak-kakak relawan Medis yang siang harinya mengajar untuk anak-anak SD di Dudepo.

“Pasukan Hebat yang ada di Dusun Botongo senang dengan kedatangan kakak-kakak dari luar Gorontalo yang mengajar dan memotivasi mereka, Selama 3 tahun terakhir nusawarna menjalankan aktifitas mengajar di Dusun Botongo baru kali ini kedatangan relawan pengajar sebanayak ini” tutur Aikha, selaku Founder Nusawarna.

Selesai melaksanakan kegiatan mengajar & pengobatan gratis, saatnya untuk menikmati indahnya kekayaan alam Gorontalo. Pulau Raja & Pulau Popaya yang menjadi destinasi wisata TNT #8 kali ini. Pasir putih yang memikat, indahnya gradasi warna laut, kekayaan terumbu karang dan ikan lautnya, siapapun tak akan menolak untuk menyusurinya. Kedua pulau ini adalah kawasan konservasi, sehingga tidak semua orang bisa menikmati keindahannya dan para pengunjung diwajibkan untuk
menjaga kebersihan dan kelestarian laut ya Zetizen.

Teaching Outdor di SDN 15 Anggrek, adik adik di ajak bermain setelah pembelajaran dikelas selesai.

“Dengan kegiatan Traveling and Teaching ini generasi muda bisa melakukan hal yang menyenangkan, tidak hanya senang-senang, melainkan juga bisa berbagi dan berkontribusi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.” harap Syakilah, tim 1000 Guru Gorontalo. (ZT-08/hargo)

 

Pose Bersama seluruh Volunter dan Pasukan Hebat di SDN 15 Botongo setelah semua volunteer mengakhiri sesi pembelajaran di 3 SDN yang berbeda.