Mengharukan! Setelah Antar Pacar, Pria Ini Tewas Hingga..

Hargo.co.id – Peristiwa naas terjadi di ruas jalan lorong SMAN 1 Buntulia, Pohuwato. Kali ini korban Suleman Umar (20) warga Desa Karya Indah, Buntulia, tertimpa pohon usai mengantar pacarnya di Desa Sipata Kecamatan Buntulia, Selasa (17/10) malam.

Informasi yang berhasil dirangkum Gorontalo Post, korban Suleman pamitan dengan orang tuanya sekitar pukul 19.30 Wita menuju rumah pacarnya di Desa Sipata. Pria sapaan Ije itu mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warnah biru DM 3117 DE keluar rumah. Sebelum kejadiaan naas, korban masih sempat menghadiri acara yang dilaksanakan di SMAN 1 Buntulia. Setelah kegiatan di sekolah selesai, sekitar pukul 21.00 Wita, kemudian korban mengantarkan pacarnya pulang di rumahnya. Selanjutnya dia pulang melintasi lorong sekitar SMAN 1 Buntulia.

Begitu tiba di kintal milik Kok Hin, tiba-tiba pohon kelapa tumbang ke badan jalan. Lantas pohon kelapa tersebut mengenai kenderaan dan tubuhnya tepatnya di atas punggung. Saat itu pula Suleman Umar lansung jatuh tersungkur ke aspal dengan bersimbah darah segar akibat benturan keras dari pohon kelapa. Demikian juga dengan kenderaannya rusak parah.

Warga setempat dikagetkan dengan dentuman suara keras, lantas korban langsung di evakuasi warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bumi Panua Pohuwato untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun setiba di RSUD, nyawa korban tidak dapat diselamatkan. Motor yang tertima pohon dievakuasi warga dan aparat kepolisian dengan menggergaji pohon kelapa menggunakan sensor.

“Sebelum musibah dialami oleh korban sudah ada tanda-tandanya, dimana korban sudah bercanda berlebihan dengan rekan-rekannya. Bahkan sempat mengeluarkan kalimat jika pertemuan dengan rekan rekannya merupakan yang terakhir kalinya. Demikian juga dari postingan korban di akun facebooknya menandakan ada tanda-tanda akan meninggal dunia. Kami mengenalnya merupakan sosok yang pendiam, dan tidak pernah berperkara dengan orang lain, selain itu dia (Korban,red) merupakan orang yang taat beribadah karena sering mengikuti kegiatan jamaah tabliq,” ungkap tetangga korban.

Anak dari pasangan Herdi Umar dan Risna Ma’ruf itu tercatat sebagai salah satu mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Kota Gorontalo. Tentu duka mendalam menyelimuti keluarga yang ditingkalkan teruma ibu korban yang selalu menangis setiap saat, baik sebelum dimakamkan hingga selesai dimakamkan di siang hari, kemarin, Rabu (18/10). Demikian juga berbagai ucapan belasungkawa berdatangan dari berbagai pihak, mulai dari keluarga, rekan-rekannya hingga kenalannya melalui sosial media.

Kasat Lantas Polres Pohuwato, AKP Dewa Ayu Rayoka Cempaka,SIK melalui Kanit Laka, Ipda Arfaing Ami ketika dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut. Hanya kasus tersebut termasuk bencana akibat dari terkena pohon tumbang.

“Korban tertimpa pohon kelapa yang tumbang ke jalan hingga mengenai tubuh dan kenderaannya. Adapun peristiwa tersebut mengakibatkan korban mengeluarkan darah dari hidung, telinga dan mulut akibat benturan dari batang kelapa tersebut. Polisi sudah mendatangi TKP mengumpul data dan informasi terkait kejadian itu sesuai dengan ketentuan yang ada,” ungkapnya.

Sementara Camat Buntulia, Arman Mohamad menegaskan, saat ini cuaca ekstrim sehingga bisa mengakibatkan musibah di darat maupun di laut. Apalagi di sekitar TKP SMAN 1 Buntulia banyak tanaman kelapa yang hidup di pinggir jalan sehingga bisa membahayakan ketika tertiup oleh angin.

Cuaca ektrim perlu diwaspadai, seperti halnya yang terjadi di pesisir pantai pohon cinta beberapa hari lalu mengakibatkan siswa SMPN 1 Duhiadaa tewas tenggelam karena akibat cuaca gelombang ombak laut. “Jadi saya menghimbau kepada masyarakat agar meingkatkan kewaspadaan, karena musibah bisa terjadi dimana saja saat cuaca ektrim seperti ini,” harapnya.(Tr-30)