Menpar Arief: Perkuat Daya Saing 10 Bali Baru di Destinasi Tanjung Lesung Banten

Menteri Pariwisata Arief Yahya focus group discussion (FGD) dalam rangka Forum Kerja Sama Industri Pariwisata yang diselenggarakan Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) di Gedung Sapta Pesona Kemenpar, Jakarta Pusat, Selasa (7/3). Foto: Kemenpar

Hargo.co.id SERANG – Menpar Arief Yahya kembali menekankan pentingnya disiplin dengan untuk mendekatkan diri dengan “rukun iman”-nya pariwisata. Rukun itu adalah 14 pilar TTCI Travel and Tourism Competitiveness Index yang dipotret oleh World Economic Forum (WEF) yang bermarkas di Geneva.
“Memang, daya saing pariwisata dunia itu dikeluarkan tiap 2 tahun sekali. Tapi memperbaiki 14 pilar dan 4 sub indeks itu harus dilakukan terus-menerus!” kata Menteri Arief saat Rapim di depan para Eselon I dan II di Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jalan Medan Merdeka Barat Jakarta itu.
Selain itu, TTCI itu sebenarnya pintu yang baik untuk membangn spirit “Indonesia Incorporated.” Semangat gotong royong, kompak, solid, dari semua kementerian dan lembaga serta Pemda, untuk maju bersama dalam kebersamaan. Karena pariwisata itu tidak bisa berdiri sendiri, harus integrated, saling support.
Satu kegiatan di Banten, oleh Kabid Profil Pasar Pariwisata Nusantara Ganda Sumantri didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Banten, Enneng Nurcahyati ini cukup menarik. Yakni Workshop Indeks Daya Saing 10 Destinasi Prioritas Pariwisata, untuk Tanjung Lesung.
Pembukaan Workshop itu ditandai dengan pemukulan rampak beduk di Hotel Ratu, Banten, 20-22 April 2017. “Gunakan global standart, agar kita bisa berkompetisi di level global,” ujar Menpar Arief.
“Kemenpar melakukan sebuah penilaian terhadap kesiapan daya saing dari 10 destinasi prioritas pariwisata di Indonesia secara kuantitatif.
Workshop ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada pihak terkait, baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dan industri pariwisata harus berjuang untuk meningkatkan Indeks Daya Saing Kepariwisataan Nasional, khususnya Propinsi Banten,” papar Ganda Sumantri dalam sambutannya.
Acara Worshop yang dibuka dengan penampilan apik dari Sanggar Reksa Budaya yang membawakan Tari Warnane Banten ini dihadiri 53 peserta dari perwakilan pemprov Banten, Pemkab dan SKpd serta Provinsi Jatim, Kabupaten Probolinggo dan DI Yogyakarta.
Hari pertama, sebagai pembicaranya adalah Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Kebijakan Publik Riant Nugroho. Materi yang dipaparkan bertema Kebijakan Indeks Daya Saing Pariwisata.
Keesokan harinya, dua narasumber yang sangat kompeten di bidanganya tampil sebagai pembicara yaitu PIC Tanjung Lesung Ida Irawati yang akan memberikan gambaran strategi percepatan 10 Destinasi Prioritas.
Kemudian dilanjutkan Pakar Kosultan TCI Mark Plus, Inc, Jacky Mussry yang akan memberikan dua paparan sekaligus, tentang Strategi Pamasaran Pariwisata dan Sosialiasi Hasil Tourism Compettitiveness Index.
“Dengan dua hari ini, diharapkan bisa tersusun Action Plan Pemprov Banten untuk meningkatkan keunggulan indeks daya saing sesuai KSPN Tanjung Lesung agar mempunyai portfolio keunggulan dan memiliki karakter tersendiri,” harap Ganda Sumantri.
Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Esthy Reko Astuti didampingi Plt Asdep Strategi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar Hariyanto mengatakan, rencananya workshop ini akan digelar di tiga tempat yang semuanya menghadirkan perwakilan seluruh 10 Bali Baru.
“Tanjung Lesung mendapatkan kesempatan pertama untuk menggelar workshop ini dengan mengundang Borobudur dan Bromo,” ujar Esthy.
Untuk sesi kedua akan dilaksanakan di Tanjung Kelayang dengan mengundang pihak Kepulauan Seribu dan Danau Toba pada tanggal 4-6 Mei 2017. Dan yang ketiga adalah Labuan Bajo mengundang Morotai, Wakatobi dan Mandalika akan dilaksanakan pada tanggal 22-24 Mei 2017.
”Untuk acara perdana di Banten, kami gelar untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kepada pihak terkait, ada destinasi prioritas di Banten yakni Tanjung Lesung,” ungkap Esthy yang juga diamini Hariyanto.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Enneng Nurcahyati menambahkan, Banten akan terus berupaya membenahi destinasi-destinasi yang ada di wilayahnya. Workshop ini dianggap penting demi memasarkan apa yang ada di Banten keseluruhannya.
“Bali sudah ditetapkan sebagai destinasi terbaik di dunia. kita bangga. Insya Allah, Banten akan sampai disana, tentu dengan semangat kita. Dengan workshop ini dapat tercapai untuk memberikan wawasan kepada kita untuk merancang strategi pemasaran yang disebut destinasi.
Ilmu ini, Insya Allah akan memberikan manfaat yang sangat besar sekali buat Tanjung Lesung dan Banten,” kata Enneng Nurcahyati.
Kemenpar telah menetapkan 10 Bali Baru yakni Danau Toba (Sumut), Bangka Belitung (Babel), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu dan Kota Tua (DKI Jakarta), Candi Borobudur (Jateng), Bromo-Tengger-Semeru (Jatim), Mandalika Lombok (NTB), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Morotai (Maluku Utara).
Penyusunan Indeks Daya Saing 10 Destinasi Bali Baru ini didapat melalui survey dan mengacu pada Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) yang dikeluarkan World Economic Forum (WEF) yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia. (Hg)