Mentega Wisman Diduga Mengandung Minyak Babi, Begini Penjelasan BPOM

Salah satu supermarket di Kota Gorontalo yang menjual mentega wisman.

 

Hargo.co.id GORONTALO – Keberadaan produk bahan penyedap rasa kue jenis mentega wisman yang belakangan diketahui tak berlabel halal kini mulai meresahkan warga.

Pasalnya, beredar mentega wisman tersebut diduga mengandung minyak babi.

Salah seorang pedagang kue lebaran Lindawati Adam warga Kota Gorontalo mengaku bahwa para pelangganya banyak yang protes karena dirinya menggunakan baha mentega wisman pada kue buatannya.

“Saya pe kue banyak yang protes bahkan dorang ancam mo kase pulang karena pake mentega wisman.

Karena beredar isu mentega wisman ada mengandung minyak babi,”kata Lindawati Adam.

Untuk itu Lindawati berharap agar pihak berwewenang dalam hal ini Balai Pengawas Makanan dan Obat-obatan Gorontalo (BPOM) Gorontalo,

Dinas Kesehatan maupun Majelis Ulama Indonesia (MUI) bisa memperjelas ke publik soal kepastian soal label halal pada produk mentega wisman tersebut.

Dikonfirmasi Senin (19/6) kemarin, Kepala Badan Pengawas Makanan dan Obat-obatan (BPOM) Gorontalo, Sukriadi Darma mengegaskan, Bahan makanan jenis mentega wisman ini dinyatakan tidak mengandung minyak babi.

Pihak BPOM Gorontalo sendiri hingga saat ini mengklaim belum mendapatkan laporan resmi dari pihak manapun terkait mentega wisman.

“Pernah ada tapi hanya pengeluhan biasa, dan kami sudah melakukan langkah-langkah selanjutnya seperti melakukan uji sample dan lain-lain, Hasilnya laporan ini tidak terbukti benar,” ujarnya.

Sementara itu, Terikait tidak adanya label halal dalam produk mentega Wisman, Sukriadi membenarkan persoalan itu, Namun menurutnya, tidak berarti produk ini mengandung minyak babi seperti yang selama ini diisukan.

Hanya saja menurut Sukriadi, Aturan untuk pelabelan halal dalam setiap produk makanan sendiri baru akan efektif pada tahun 2018, Meski selama ini undang-undang tentang jaminan produk halal memang sudah diterbitkan.

“Sejauh ini untuk pemberian label halal dan haram sifatnya masih sukarela dan tergantung dari para produsen itu sendiri untuk memberikan label halal atau tidak,” ujarnya.

Namun, Sukriadi kembali menekankan bahwa produk mentega Wisman sejauh ini sesuai dengan hasil uji tes yang telah dilakukan oleh BPOM, Sama sekali tidak mengandung minyak babi seperti yang disampaikan.

“Meski demikian, Saya menghimbau kepada seluruh warga Gorontalo untuk melaporkan kepada kami jika menemukan ada bahan makanan yang mengandung zat berbahaya,” tandasnya.

Sementara itu, Sejauh ini isu tentang kandungan minyak babi dalam mentega Wisman sendiri tidak banyak mempengaruhi minat konsumen untuk membeli produk yang dikenal bisa membuat rasa kue menjadi enak itu.

Hal ini seperti yang diutarakan oleh Hadijah salah seorang pemilik Toko Kelontong yang ada di Kota Gorontalo.

Menurutnya, Sejauh ini minat warga Gorontalo untuk membeli mentega Wisman masih normal seperti biasa.

“Memang ada isu-isu seperti itu pak, Pertama-pertamanya sih memang berpengaruh, Tapi sejauh ini tetap banyak yang membeli mentega jenis ini,” ujarnya.

Rata-rata pembeli Mentega wisman dijelaskan oleh Hadijah adalah para ibu rumah tangga yang akan menggunakan mentega ini untuk keperluan bahan baku kue.

Sementara itu dari Dinas Kesehatan provinsi Gorontalo yang dikonfirmasi melalui Rizal Pakaya staf seksi produksi distribusi kefarmasian, Alkes dan PKRT mengatakan bahwa untuk kandungan bukan menjadi tugas Dikes untuk melakukan pemeriksaan.

“Itu tupoksi BPOM. Kami disini melihat apakah makanan atau minuman maupun bahan makanan lainnya itu ada daftar Kemenkesnya atau tidak.

Kalau untuk mentega itu, setahu saya ada nomor Kemenkesnya. Nah untuk isi kandunganya yang memeriksa adalah BPOM, kita tidak punya kewenangan disitu,” ucapnya.(tr-45/ndi/hargo)