Mereka yang Mulai Terlupakan – Siap Mati Untuk Indonesia 

hargo.co.id – ‘Bangsa yang besar, adalah bangsa yang menghargai jasa para Pahlwannya’ kutipan kalimat yang diucapkan Presiden pertama Republik Indonesia Ir Soekarno harus dipahami baik-baik oleh Zetizen.

Sebab pengetahuan Zetizen terhadap prajurit yang dahulu ikut berjuang (Veteran) membebaskan Indonesia, khususnya Gorontalo dari masa penjajahan sudah mulai berkurang lho.

Bahkan sebagian besar Zetizen kurang mengetahui siapa saja Veteran yang kini masih hidup, meski umur mereka sudah begitu tua.

Nah, dari sebagian banyak veteran yang masih ada ternyata mereka adalah orang-orang yang dahulu pernah menyaksikan gimana orang tua mereka terdahulu berjuang untuk menjadikan Indonesia merdeka. Mereka pula menjadi sanksi sejarah perjuangan bangsa Indoensia.

Namun tak layal, mereka ini mulai terlupakan. Bahkan bagi generasi Z saat ini. Ngomongin soal Veteran nih, pada saat upacara 17 Agustus di Rumah Dinas Gubernur lalu, crew Zetizen berhasil mewawancarai Veteran Gorontalo lho. Siapa ya dia? Simak yuk cerita merka di balik kemerdekaan Indonesia dan Gorontalo. (ZT-08/hargo)

Mahmud Masili

Ketua Legion Veteran RI Provinsi Gorontalo

Lahir : 12 Mei 1942
Usia : 75 Tahun

Saat saya lahir, pada saat itu Indonesia sedang dalam penjajahan oleh bangsa Jepang. Karena saat itu saya masih kecil, saya pun belum bisa membedakan mana suasana aman dan tidak aman. Sehingga saya harus ikut apa kata orang tua dan melaksanakan apa yang mereka perintahkan agar bisa selamat dari peperangan yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Saya menjalani hari-hari di kampung dengan suasanan perang. Tapi meskipun demikian pada saat tiba masa sekolah, saya pun tetap sekolah hingga saya lulus. Kini, saya terpilih menjadi Ketua Legion Veteran RI Provinsi Gorontalo melalu musyawarah daerah menggantikan pejabat yang lama. Salah satu tugas saya ialah membina Veteran-veteran yang ada di Gorontalo bersama dengan keluarganya sekaligus mengelola bantuan yang diberikan pemerintah. (ZT-08)

Tomus Abdul

Lahir : 14 Februari 1439
Usia : 78 Tahun

Pada saat itu ketika saya lulus SMP pada tahun 1957 saya langsung menjadi tentara Permesta (Perdjuangan Rakjat Semesta) pada tahun 1958 – 1961. Saya dikirim Intel ke Makasaar untuk menghadap panglima dan menjadi seorang tentara. (ZT-08)