Misteri! Ini 5 Fakta Keanehan Seputar Kematian R.A Kartini

Lukisan Raden Ajeng Kartini.

Hargo.co.id JAKARTA – Raden Ajeng Kartini harus menyerah menikah dengan Bupati Rembang, RM AA Djojoadiningrat, yang telah memiliki tiga garwo ampil atau selir dengan tujuh anak.

Dalam masa usia pernikahan baru 10 bulan di usia Kartini 25 tahun, Kartini akhirnya harus berpulang pada takdir ajal.

Pada 17 September 1904, di gerbang abad ke-20 itu, Kartini mengembuskan napas terakhir.

Menurut sang suami, setengah jam sebelum wafatnya Kartini tampak masih sehat. Kartini mengeluh sakit perutnya tegang. Akhirnya dokter sipil dari Pati, Van Ravesteijn, memberi Kartini obat.

Namun sayang 30 menit kemudian kondisi Kartini bukan malah membaik. Kartini wafat dalam pelukan suaminya dan di hadapan dokter.

Kabar kematian Kartini ini menguak banyak desas-desus kabar miring. Kabar paling ekstrim muncul rumor Kartini mati diracun. Laporan Majalah Tempo edisi April 2013 soal Kartini mencatat keganjilan akhir hayat Kartini tidak terbukti.

Bahkan keluarga menganggapnya hanya kematian biasa sebagaimana yang terjadi pada ibu melahirkan. Benarkah?