Mulai 1 April, Tarif BPJS Kesehatan Naik

Suasana Pelayanan BPJS (foto Dok. Gorontalo Post)

Hargo.co.id GORONTALO – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan terhitung mulai 1 April akan memberlakukan tarif baru. Tarif yang baru ini akan mengalami sedikit kenaikan dibanding tarif sebelumnya.
Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Jaminan Kesehatan dinyatakan, iuran JKN untuk peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebesar Rp 23.000 per orang per bulan, yang sebelumnya sebesar Rp 19.225 per orang per bulan. Besaran iuran ini juga berlaku bagi PBI yang didaftarkan oleh pemerintah daerah atau integrasi jaminan kesehatan daerah dengan JKN.

Kemudian iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) atau disebut peserta mandiri juga naik, yaitu iuran PBPU kelas III dari Rp 25.500 naik menjadi Rp 30.000, kelas II Rp 42.500 menjadi Rp 51.000, dan kelas I dari Rp 59.500 menjadi Rp 80.000.

Lebih jauh, sedikitnya lima hal yang perlu diketahui masyarakat perihal Perpres Nomor 19 Tahun 2016.
Pertama, penyesuaian iuran tidak berlaku untuk semua peserta. Hanya untuk mereka yang mampu dari kategori Peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PPBPU) dan Peserta Bukan Pekerja (PBP); kedua, iuran masyarakat miskin dan tidak mampu ditanggung pemerintah sesuai UU BPJS. Bahkan saat ini sekitar 57 persen peserta BPJS Kesehatan (sekitar 92,3 juta) iurannya ditanggung pemerintah. Ketiga, proporsi pembayaran iuran Pekerja Swasta tetap 1 persen dibayarkan oleh pekerja dan 4 persen oleh perusahaan. Keempat, Perpres Nomor 19 Tahun 2016 sudah dibicarakan selama 1 setengah tahun dan melibatkan berbagai pakar terakhir, jenis manfaat yang ditanggung Jaminan Kesehatan tidak dikurangi.